tokiwaa
Musim gugur di Kyoto memiliki pesona yang sulit diabaikan. Langit senja seperti kanvas berwarna pastel, dedaunan momiji berguguran di sepanjang jalan, dan angin yang membawa harum tanah basah sehabis hujan. Kensuke Takami, mahasiswa tahun kedua arsitektur, selalu merasa bahwa musim gugur adalah musim yang paling jujur. Musim ini mengungkap segalanya-keindahan, kejatuhan, dan rasa kehilangan yang mendalam.
Di kampusnya yang bersejarah, dikelilingi bangunan-bangunan kuno, Kensuke sering menghabiskan waktu di studio. Jari-jarinya menari di atas kertas, menciptakan sketsa yang rumit. Tapi pikirannya, seperti biasa, melayang jauh. Ke arah seseorang di kota yang berbeda, di universitas yang berbeda-Ayaka.