Amorsta
- Reads 4,162
- Votes 99
- Parts 11
"Ngapain nangis? Dosamu wis tak bayar kontan nganggo kabeh fasilitas iki. Turuto wae karepku, bapakmu aman." - Elang.
Bagi Aruna, setiap jengkal kemewahan di apartemen Elang adalah penjara yang ia masuki dengan sukarela. Ia bukan sekadar simpanan; ia adalah seorang anak yang sedang menukarkan sisa harga dirinya demi detak jantung sang ayah di bangsal rumah sakit.
Elang adalah penguasa yang tak kenal kata "tidak". Baginya, Aruna adalah transaksi paling menguntungkan yang pernah ia buat-manis, penurut, dan selalu tersedia. Namun, di balik sentuhan brutal dan perintah dinginnya, ada sesuatu yang lebih gelap yang ia sembunyikan.
"Mas, aku iki menungso... dudu boneka sing iso mbok nggo sak penatmu," bisik Aruna dalam tangisnya yang tertahan.
"Menungso? Yen kowe menungso, kowe ra bakal dodolan raga demi bandha, Run. Wis, manut wae. Sesuk obat bapakmu tak lunasne."
Saat garis antara bakti dan dosa mulai kabur, Aruna terjebak dalam pusaran nafsu Elang yang tak terbendung. Akankah Aruna bertahan dalam kehancuran ini, ataukah Elang yang justru akan bertekuk lutut pada wanita yang ia anggap hanya sebagai pemuas dahaga semalam?
Antara harta, takdir, dan pengorbanan yang tak terampuni.