choconetJ's Reading List
4 stories
Guardiationship by renitanozaria
renitanozaria
  • WpView
    Reads 2,615,006
  • WpVote
    Votes 328,343
  • WpPart
    Parts 28
Guardiationship - Completed "I believe certain people cross your life as guardian angels and some connections can't be explained off words alone. It's a soul thing. A feel." -kata quotes Pinterest sih gitu. Kisa Eden Philomena hanya cewek biasa yang baru lulus SMA dan memulai tahun pertamanya di universitas ketika sosok Emir, temannya semasa SMP tiba-tiba muncul di kamarnya pada suatu waktu menjelang tengah malam. Seharusnya itu tidak menjadi masalah yang spektakuler jika saja tidak ada fakta keras bahwa Emir sudah meninggal seminggu sebelumnya. Dunia Eden mendadak amburadul ketika Emir menjelaskan bahwa dia ditugaskan menjadi guardian angel--malaikat pelindung--buat Eden karena kesalahannya di masa lampau hingga misinya terselesaikan. Seakan itu semua belum cukup, Eden masih harus rela harinya diacak-acak oleh kehadiran tiga cowok super aneh yang ternyata masih punya hubungan saudara namun kelihatannya ditakdirkan jadi musuh abadi sejak era Megalodon sampai akhir eksistensi Homo Sapiens; Setranala Dirgantara, Sabda Aksara dan Rasi Gemintang.
HIMPUNAN by yestoday27
yestoday27
  • WpView
    Reads 22,912,135
  • WpVote
    Votes 3,152,222
  • WpPart
    Parts 77
[SELESAI] Himpunan is where your home is. "Kirain rumahku bukan himpunan, tapi kamu." "Diam." (feat OT21)
[✔] 1. DEAR J by tx421cph
tx421cph
  • WpView
    Reads 49,935,428
  • WpVote
    Votes 4,173,958
  • WpPart
    Parts 38
[Telah Dibukukan, Tidak tersedia di Gramedia] ❝Untukmu, Na Jaemin. Laki-laki tak sempurna Sang pengagum hujan dan sajak❞ ©tx421cph
Revan & Reina by bellawrites
bellawrites
  • WpView
    Reads 8,954,666
  • WpVote
    Votes 168,801
  • WpPart
    Parts 16
[TELAH DITERBITKAN & DIFILMKAN] Pandangan Reina dan Revan beradu. Dan, hal pertama yang mampu gadis itu lakukan adalah memejamkan kedua matanya sambil menghirup udara sebanyak mungkin. Sementara ia menyusun kata demi kata untuk mengurai penjelasan, justru Revanlah yang pertama kali membuka mulut. Memecah keheningan yang janggal. Meski begitu, ekspresi Revan terlihat muram. "Gue ngerti kok, Na. Tanpa lo jelasin pun, gue bisa mengerti," Revan melempar pandangannya ke arah lain. "Karena itu satu-satunya hal yang mesti gue lakukan ketika dia kembali." Reina masih terdiam. Perasaannya teraduk-aduk. *** Sebab Revan percaya, hati yang terluka hanya perlu waktu untuk sembuh. Namun, bukankah rasa kerap berjalan beriringan dengan anomali? Kini, kebahagiaan pun masih bertumpu pada ketidakpastian.