NtangKentang
Lara, seorang gadis kecil berusia delapan tahun dan percaya bahwa rumah adalah tempat paling aman untuk belajar tentang cinta.
Ia belum mengetahui bahwa cinta bisa disalahgunakan, dibungkus dengan kata-kata yang keliru, dan diwariskan sebagai beban.
Kisah ini mengikuti Lara yang tumbuh di dalam rumah penuh retakan-di antara orang dewasa yang saling melukai, tuntutan yang tak pernah selesai, dan makna cinta yang dipelintir. Lara menyimpan pengalamannya dalam benda-benda kecil untuk menggantikan bahasa dalam menyebut lukanya.
Ini adalah kisah tentang kehilangan kepolosan, trauma, dan proses pemulihan yang tidak instan.
Cerita ini mengandung tema kekerasan dalam keluarga, manipulasi emosional, dan trauma masa kanak-kanak.
Semua disampaikan secara simbolik dan non-eksplisit.