Short Story
6 storie
Ini Negeri Korupsi di voltase
voltase
  • WpView
    LETTURE 12,175
  • WpVote
    Voti 1,873
  • WpPart
    Parti 1
Dan semuanya terjadi begitu saja. Korupsi © Adha Dzulhidja amazing cover by @hyderia
The House of the Montgomerys di prohngs
prohngs
  • WpView
    LETTURE 17,324
  • WpVote
    Voti 2,812
  • WpPart
    Parti 1
[1/1] Sebelum dia mendorong papan biru yang sudah kuketuk empat kali, gadis bersuara angin itu menoleh. "Kau," mulainya, "mungkin akan terkejut melihat ini." Setelah itu, dia mendorong pintu. Dan, teori kau-mungkin-akan-terkejut bukan hanya sebuah perkiraan yang tak berdasar. Aku memang terkejut.
Gadis Lima Sore di havelunch
havelunch
  • WpView
    LETTURE 15,418
  • WpVote
    Voti 2,853
  • WpPart
    Parti 1
Setahuku tentang pukul lima sore adalah waktu di mana gerai-gerai kudapan mulai menutup tirainya; anak-anak mulai menggulung tali layang-layang mereka; serta aku, dengan keharusan mengantarkan gadis itu pulang tepat waktu. ©2016
Pukul Sembilan di expellianmus
expellianmus
  • WpView
    LETTURE 27,884
  • WpVote
    Voti 4,315
  • WpPart
    Parti 1
[1/1] Bagiku, ucapan selamat malam adalah ucapan penghargaan untuk seseorang karena telah berhasil melewati harinya. Dan bagiku, ucapan selamat malam harus diucapkan sebelum pukul sembilan. Karena setelah pukul sembilan, aku seperti mayat berjalan. Dan karena hidupku, bisa dibilang, berakhir pada pukul sembilan.
Si Kakek di Pinggir Jalan di Reboctoria
Reboctoria
  • WpView
    LETTURE 9,380
  • WpVote
    Voti 1,867
  • WpPart
    Parti 1
Kakek itu terdiam. Memandangi lalu-lalang arus kendaraan di depan matanya tanpa mengindahkan betapa bisingnya suara yang memekakkan telinga. Dia di sana, sendirian, terduduk kaku dengan mata sayu yang mengharap belas kasih orang yang melewatinya. Namun, apa daya, tak ada satupun orang yang menyadari akan keberadaannya di sana. Kakek itu hanya terdiam. Membuatku memendam banyak pertanyaan di kepala tentangnya. Hingga suatu hari, bermodalkan nekat dan membuang rasa gengsi, aku berjalan mendekatinya. Menyapanya ramah, bercerita tentang banyak hal, sampai dia mulai berkata tentang sesuatu yang tidak pernah kusangka sebelumnya. (c) 2015.
Puan, Mengapa Para Petinggi Itu Panjang Umurnya? di AYUTIEN
AYUTIEN
  • WpView
    LETTURE 33,133
  • WpVote
    Voti 6,047
  • WpPart
    Parti 1
Wanita itu begitu lesu saat datang padaku, "Maukah Tuan membantu negeriku?" [ONESHOOT] pernah dipublish di blog pribadi: tienosaurus.wordpress.com copyright © 2015 AYUTIEN All Rights Reserved