MaskUroh3's Reading List
2 stories
Proposal For Wedding by DesyMiladiana
DesyMiladiana
  • WpView
    Reads 1,538,844
  • WpVote
    Votes 94,939
  • WpPart
    Parts 48
Didesak untuk segera menikah, Ersa mendapati jalan keluar dengan memberikan proposal pernikahan kepada sahabatnya Ervan. Ervan yang juga diminta untuk segera menikah karena menghambat adik laki-lakinya menuju ke pelaminan, akhirnya menyetujui proposal Ersa. *** Ersa belum berencana menikah, tetapi ketika terus didesak oleh orang tuanya, ide yang cukup gila muncul setelah bertemu dengan sahabatnya, membuat proposal pernikahan untuknya dan sang sahabat-Ervan. Meski awalnya tidak setuju, Ervan yang juga diminta untuk segera menikah oleh adik laki-lakinya memikirkan kembali proposal yang diajukan Ersa. Ketika akhirnya Ersa dan Ervan bersedia menerima pernikahan itu dengan berbagai syarat, Ervan yang mengira menikah dengan Ersa membuat semua akan berjalan mudah, mendapati perasaan yang muncul mulai memperumit segalanya. Akankah pernikahan yang berlandaskan logika itu bertahan atau kemudian hanya melukai keduanya?
Should I Marry My Best Friend? by nadiadeviana
nadiadeviana
  • WpView
    Reads 2,661,523
  • WpVote
    Votes 120,775
  • WpPart
    Parts 22
"Maaf Om, sebenarnya ada yang mau Genta sampein ke Om dan Tante.." dalam seketika, seluruh mata tertuju pada Genta. Tapi Genta tampak begitu tenang, dia selalu dapat mengatasi segala keadaan. "Sebenernya Genta dan Biya datang berdua kesini, karena Genta mau kasih tau ke Om dan Tante kalo kami sebenernya selama ini punya hubungan khusus. Dan aku pengen untuk ke jenjang yang lebih serius sama Biya." Ucap Genta lancar, selancar jalannya kereta express di gambir menurut Biya. Biya langsung menoleh dan menatap sahabatnya itu lekat-lekat, menunggu apakah sesaat lagi Genta akan tertawa terbahak-bahak karena semua ucapannya itu hanya cara ia untuk melucu di situasi yang rumit ini? Tapi ternyata tidak. Genta tetap tenang dan duduk dengan tegap seperti biasanya. Pandangan Biya beralih ke kedua orangtuanya yang kini menatap dirinya dan Genta dengan penuh selidik. Mencari kebohongan di mata sepasang atau lebih tepatnya yang baru mengaku sepasang kekasih itu. Untungnya Biya sadar akan gelagat orangtuanya itu, melihat sikap Genta yang tetap tenang, Biya tidak ingin menghancurkan bantuan sahabatnya ini. Biya langsung bersikap tenang sama seperti yang Genta lakukan. Walaupun sebenarnya ia benar-benar tidak mengerti ia sedang berada dalam permainan macam apa yang dibuat oleh Genta ini. Shabiya, Genta, Sahabatan, Menikah, Lalu? Keep reading dear =)