saturnspecies
- Reads 14,032
- Votes 1,600
- Parts 21
Bagi Sekar, bekerja di agensi iklan rasanya seperti bermain survival game: revisi tanpa ujung, lembur tanpa batas, dan deadline yang terkadang tidak masuk akal. Pitching, presentasi, bikin copy dadakan, sampai brainstorming tengah malam. Semuanya sudah menjadi makanan sehari-hari dan seharusnya aman terkendali. Kecuali saat klien Bank itu datang mengacak-acak seluruh tatanan.
Gilbran Mahesa.
Dia adalah sumber migrain terbesar bagi satu tim dan suka membuat pegawai lain ketar-ketir. Bagaikan alarm deadline yang tidak pernah berhenti berdentang: mustahil diajak kompromi, sulit diakali, dan selalu memberi revisi yang tak terduga.
Perlahan, Gilbran bukan hanya menumpuk deadline di kalender Sekar. Dia juga mulai menyelipkan 'date-line' alias serangkaian kencan tersembunyi yang membuat Sekar bingung. Ini kerjaan, jebakan, atau justru kesempatan?
⚠️ Peringatan: Cerita ini karya asli penulis. Dilarang menyalin, menggandakan, atau mempublikasikan tanpa izin.
First published: August 2025.