manis manis gula jawa
2 stories
INTERSECTION - Where the crush happened by khalinta
khalinta
  • WpView
    Reads 631,576
  • WpVote
    Votes 27,476
  • WpPart
    Parts 10
[SUDAH DITERBITKAN] Maulana Firdhaus, seorang desainer visual di salah satu kantor periklanan paling sibuk di Jakarta, kembali dipertemukan dengan orang asing yang tidak begitu saja percaya bahwa sebagai seorang perempuan, nama dia benar-benar Maulana. Seharusnya Moli kesal, setiap kali ada orang yang mengernyit heran dan memastikan kebenaran namanya. Hanya saja kali ini, orang asing tersebut memberikan kesan yang tidak biasa padanya. Selain karena mobilnya yang ditabrak Moli karena kebiasaan melamunnya saat menyetir motor, laki-laki ini, Enggara Arfan,begitu memikatnya. Tampan, bertingkah gugup dan cerewet di waktu bersamaan, sekaligus, seorang dokter jiwa. Tidak ada yang menduga bahwa kesialan yang menimpa keduanya karena sebuah kecelakaan di persimpangan jalan itu akan membawa mereka ke hal-hal yang lebih dalam melibatkan perasaan. Berbekal kebetulan. Dan diselingi dengan berbagai macam problematika yang membuat keduanya tak kunjung menemukan titik simpul takdir yang mempertemukan Moli dan Ega. How could a burning desire to be with someone who you find very attractive and extremely special is reffered as a 'crush'? Maybe because you never know when will it happened or under what circumtances two hearts could come across each other. Mungkinkah sebuah kecelakaan akan berujung pada takdir lain yang mengikat keduanya? Meet them in intersection.
BEST OF US - TERBIT CETAK by pramyths
pramyths
  • WpView
    Reads 1,621,303
  • WpVote
    Votes 140,203
  • WpPart
    Parts 23
TERSEDIA DI TOKO BUKU SEBAGIAN PART SUDAH DIHAPUS Aku nggak mengerti bahwa sebuah kisah cinta bisa seperti ini. Sungguh, dulu aku hanya gadis polos yang tak pernah peduli pada cinta sejati. Di dunia ini, hanya ada 2 pria yang tadinya kupikir akan jadi pendamping hidupku: dr. Riza yang maha sempurna atau fotografer terkenal, Jerro Atma. Tapi lihat sekarang apa yang kulakukan. Galau habis-habisan menunggu orang yang tak pernah kuperhitungkan pulang ke Indonesia. Pria brengsek yang menjadikanku pacarnya dua jam sebelum keberangkatannya ke Amerika. Gila kan? Mana katanya dia akan sering-sering pulang? 6 bulan sekali my ass! Sudah hampir 2 tahun dan dia tidak pernah menunjukkan tanda-tanda dia mau pulang. Tapi sudahlah. Toh memang aku sendiri yang gila, mau-mau saja menunggunya. Ya bagaimana, namanya juga sayang. Kupikir mudah saja menunggu. Ngomong-ngomong, aku cukup jago dalam mempertahankan perasaan. Tapi baru kali ini aku sadar, bahwa menunggu dan bertahan tak semudah kelihatannya. Apalagi, saat kamu tidak tahu yang sebenarnya apakah dia layak ditunggu atau tidak. Dan saat kamu sibuk bertanya-tanya, ada orang lain yang punya jawaban masuk akal. [Lanjutan dari When You Tell Me That You Love Me]