Day book
3 stories
PERFECT BAD COUPLE (TERBIT)  by DianYustyaningsih
DianYustyaningsih
  • WpView
    Reads 27,405,732
  • WpVote
    Votes 1,666,419
  • WpPart
    Parts 93
Beberapa detik tatapan mereka beradu. Athur menajamkan tatapan saat Milla terus menatap matanya. "Jangan berani tatap gue!" "Kenapa? Mata lo sakit?" Bukan mundur. Milla malah semakin maju. "Jangan lihat mata gue!" tegas Athur memalingkan wajah. "Oo jadi lo itu sakit mata? Atau mata lo ada beleknya ya? Dih jorok." "Diam!" Milla tersenyum menantang. Ia pindah posisi di depan Athur sehingga cewek itu semakin leluasa menatap mata Athur. Milla mempertajam penglihatan. Ia penasaran, memang ada apa di mata Athur. "Mata lo baik-baik aja. Gak merah tuh," ucapnya bak seorang dokter spesialis mata. Athur menunduk menatap mata Milla penuh amarah. "Minggir." Satu kata keluar penuh penekanan. Bukan Milla jika segera mundur saat ada hal yang menyenangkan. Milla malah semakin maju dan menatap mata beriris hitam pekat itu. "Jangan-jangan mata lo katarak ya. Atau malah mata lo punya virus menular jadi orang lain gak boleh lihat mata lo," ucap Milla bernada berlebihan. Sampai-sampai ia membelalakan mata, membuka mulut serta meletakkan kedua tangan di pipi. Emosi yang sejak tadi Athur kendalikan kini sudah di ujung tanduk. Baru kali ini ada orang yang berani menatap matanya. Bahkan sedekat ini. Apalagi baru kali ini kata-kata dingin Athur tidak mempan. Saat semua orang menunduk ketika Athur mengedarkan pandangan. Milla berbeda. Saat semua orang takut untuk berbicara dengan Athur. Milla berbeda. Dan saat semua orang diam ketika Athur berbicara. Milla berbeda. Tatapan Athur lurus pada mata Milla. "Gue akan buat lo nyesel berani tatap mata gue!" tegasnya bernada mengancam.
Quotes by reymilx
reymilx
  • WpView
    Reads 34,114,718
  • WpVote
    Votes 878,967
  • WpPart
    Parts 169
Hanya beberapa kata yang tersirat makna. 4 april 2016 Jangan lupa gunakan hashtag #refinamile jika akan di posting ke media sosial.
Puisi Tentang Realita Negeri by BelindaNabilah
BelindaNabilah
  • WpView
    Reads 853
  • WpVote
    Votes 40
  • WpPart
    Parts 3
Apakah semua orang di indonesia memikirkan nasib bangsanya, belum tentu mereka memikirkan nasib bangsanya. Sebagian dari mereka tak memikirkan bangsanya bahkan tak mencintai bangsanya, mereka hanya memikirkan diri mereka sendiri dengan kepentingan yang berbeda-beda. Bahkan sebagian dari mereka menuai kontroversi, ya memang dunia politik penuh dengan kontroversi yang sangat menganggu kehidupan masyarakat. Apa yang menyebabkan indonesia belum berkembang? , padahal indonesia memiliki sumber daya alam yang sangat beragam, apakah bangsa indonesia selamanya akan seperti ini tidak bukan, bangsa indonesia tidak boleh selamanya terpuruk dalam keadaan seperti ini kita harus bangkit di era globalisasi ini, kita harus menjadi negara maju dan negara yang aman, tentram, serta damai. Memang kemajuan teknologi yang sangat pesat membuat kita terlena akan kemudahannya hal tersebut dapat memudahkan kita dalam menyebarluaskan budaya bangsa kita ke berbagai kalangan bahkan manca negara tetapi apakah ada generasi muda yang mau melakukanya mungkin ada tetapi lebih banyak yang tak mau menyebarluaskan budaya bangsa kita sendiri, dan teknologi juga dapat menjadi devil bagi kita ya... memang perlu kita sadari adanya hal tersebut maka dari itu kita sebagai penerus bangsa indonesia harus berpikir selangkah atau dua bahkan tiga langkah ke depan untuk memajukan serta menjadikan indonesia yang lebih baik.