My books
9 storie
DI LUAR RENCANA di mayalestari123
mayalestari123
  • WpView
    LETTURE 57
  • WpVote
    Voti 27
  • WpPart
    Parti 4
Siapapun pasti akan tertawa ketika mendengar profesi sebagai seorang dukun. Bagi mereka profesi itu tak lebih dari seorang penipu. Pada kenyataannya Serayu harus menghadapi berbagai prahara ketika menekuni profesi yang terkesan seperti guyonan itu. Percaya ataupun tidak kelebihan itu dimilikinya. Melihat masa depan atau meramal seseorang sudah menjadi kegiatan sehari-hari, kalau ditanya apa gak lelah? Siapa sih yang bilang kalau kerja itu gak lelah, jangan ditanya sudah pasti lelah. Hidup ini kadang memang lucu, kelebihan itu terkadang menguntungkannya, tapi di satu sisi juga membuatnya selalu waspada. Hanya saja kelebihan itu tak membuatnya bisa melihat gambaran masa depan miliknya sendiri. Mau diraba seperti apapun, garis hidupnya tetap terlihat gelap. Entah ini keuntungan ataupun peringatan? Takdir selalu punya cara untuk membawa seseorang menuju garis hidupnya.
Setelah Resign Lalu Apa? di mayalestari123
mayalestari123
  • WpView
    LETTURE 920
  • WpVote
    Voti 245
  • WpPart
    Parti 16
Di penghujung umur dua puluh lima Malaika harus menghadapi beberapa prahara. Dari pengkhianatan sang kekasih dengan rekan kantornya, mendadak resign, dan lebih parahnya sang adik yang tiba-tiba ngebet nikah. Di tengah huru-hara kehidupan yang begitu mencekik, semuanya terasa bagaikan jalan buntu. Maju kena mundur pun tak bisa, bagaikan sudah jatuh harus tertimpa tangga. Hidup memang tak selalu mujur, karena kadang yang tak terduga datangnya bersamaan dengan nestapa. Tentang hidupnya yang jauh dari kata tenang, namun menyerah juga bukan solusi yang tepat. Hidup di tengah masyarakat yang masih terikat paradigma, memang harus banyak menelan rasa sabar. Dihadapi itu memang sebuah penyelesaian, namun berat rasanya ketika ujian datang tanpa kenal jeda. Lalu bagaimana caranya menata hidupnya setelah kehilangan arah. Kembali dengan tangan kosong atau mencoba mencari peruntungan lainnya? Karena hidup memang sebuah pilihan lanjut atau cabut itu perkara siap. Siap menjadi pengangguran atau siap menyebar berbagai lamaran. -Malaika Ranupadma Swastamita-
Presentase Rasa ✔ di mayalestari123
mayalestari123
  • WpView
    LETTURE 16,267
  • WpVote
    Voti 1,431
  • WpPart
    Parti 40
Menjelang usia 25 kadang kita dihadapkan oleh banyak hal tentang masa depan. Kesuksesan yang diukur dari jabatan, penghasilan, hingga tentang asmara juga diperhitungkan. Standar masyarakat yang kian hari semakin tak masuk akal untuk diikuti. Hanya saja kita hanya seonggok manusia yang tak bisa merubah segala paradigma yang sudah ada. Memberontak memang bukan gayanya, tapi menuruti semuanya hanya akan membuatnya gila. Persetan dengan standar masyarakat, karena baginya hidup hanya untuk dirinya. Bahagia tak pernah bisa diukur hanya dengan pujian yang diberikan oleh mulut mulut tak beradab. Toh hidup ini juga bukan ajang perlombaan yang siapa cepat dialah pemenangnya. Karena, setiap orang punya ritme masing-masing untuk melalui tahapan. Jadi, jangan terburu-buru karena ketertinggalan yang tak pernah ada. -Kalinda Ardhiona-
Ruang Bersama ✔ di mayalestari123
mayalestari123
  • WpView
    LETTURE 20,648
  • WpVote
    Voti 1,432
  • WpPart
    Parti 41
Apa artinya pulang jika tak pernah memiliki ruang untuk bersama. Mereka yang terbiasa diabaikan tak tahu caranya memberi sebuah perhatian. Begitu juga dengan sebuah kehampaan karena selama ini merasa selalu di buang dan diasingkan. Cara semesta mempertemukan memang kadang membuat kita tertawa, namun terkadang itu adalah obat dari segala luka yang ada. Kita ada karena memiliki ruang untuk bersama. Kalamkari Padmarini
Bayang Keabadian ✔ di mayalestari123
mayalestari123
  • WpView
    LETTURE 6,629
  • WpVote
    Voti 624
  • WpPart
    Parti 41
Semesta selalu punya cara memberikan kita sebuah kejutan. Jalinan asa yang tak pernah diduga sebelumnya membawa kita pada masa yang baru. Saling berbagi rasa hingga mengungkapkan segala keluh kesah. Nyatanya masih banyak rahasia yang sengaja disimpan rapat oleh semesta. Kita hanyalah sebuah kebetulan yang dipertemukan untuk mengurai rasa sakit yang membelenggu jiwa. Siapa yang menyangka, rasa yang sudah tumbuh terlalu dalam ini akan menyakiti banyak pihak. Semesta benar-benar sangat tahu untuk membuat kita sadar, jika tak selamanya hidup hanya tentang tawa. Rasa yang tak bisa dideskripsikan bagaimana bentuknya. Berat jika dijabarkan dengan lantang. Nyatanya aku hanyalah manusia yang masih berharap jika semua ini adalah mimpi belaka. Masih menyisakan sedikit harapan untuk kita bisa bersama. Namun, apakah semesta akan merestuinya atau nantinya kita akan berpisah dengan hati yang lapang? tidak ada yang tahu masa depan itu seperti apa. Aku hanya berharap kita mampu berdamai dengan segalanya. Gemi Nirwasita Abiyasa
Rekonsiliasi Hati ✔ di mayalestari123
mayalestari123
  • WpView
    LETTURE 21,225
  • WpVote
    Voti 1,498
  • WpPart
    Parti 48
||COMPLETE|| re·kon·si·li·a·si - rékonsiliasi - n - perbuatan memulihkan hubungan persahabatan pada keadaan semula; perbuatan menyelesaikan perbedaan. *** Hidup di tengah masyarakat yang masih kental akan budaya patriaki memang bikin emosi. Sebagai perempuan selalu dituntut untuk bisa segala hal yang seharusnya bukanlah sebuah kewajiban. Belum lagi stigma yang ada di masyarakat yang makin hari makin gak ada akhlak. Tertekan sudah menjadi bagian dalam menjalani masa depan. Tekanan di tempat kerja juga menjadi salah satu penyebab kegilaan ini. Antara tugas dan jam kerja yang gilanya gak masuk akal, tapi gaji yang diberikan tak seberapa. Ini tuh kerja atau perbudakan dengan gaya, bikin capek aja. Mana ada ekspetasi dari orang tua yang makin bikin runyam kepala, astaga begini sekali hidup di tengah cekikan masyarakat. Ini kalau gagal ditengah jalan mau jadi apa coba, mereka terlalu menaruh ekspetasi tinggi padanya. Siap-siap sudah dinikahkan paksa buat menanggung malu akan kegagalan. Padahal nikah juga bukan solusi, malah makin menambah beban masalah hidup. Gini nih kalau jadi anak perempuan, kalau berhasil kagak dipuji tapi kalau gagal siap-siap dijodohin. - Judistia Savrinadeya -
Sadana Sang Karma di mayalestari123
mayalestari123
  • WpView
    LETTURE 7,908
  • WpVote
    Voti 2,821
  • WpPart
    Parti 38
Kita sama-sama hidup di dalam dunia hitam, tidak ada yang namanya kebenaran. Bahkan yang terlihat benar pun bisa dimanipulasi dengan begitu mudahnya. Kejahatan pun dianggap wajar, karena sudah menjadi kebiasaan yang begitu mengakar. Lalu untuk apa mencari pembenaran, jika tahu yang diperbuat selalu bertentangan. Hingga pada akhirnya mencapai pada satu titik, yaitu kehancuran. Samsara Bhanurasmi
Tidak Bersama ✔ di mayalestari123
mayalestari123
  • WpView
    LETTURE 112,043
  • WpVote
    Voti 5,551
  • WpPart
    Parti 62
|| COMPLETE || Seberapa lama pun kita bersama, jika pada kenyataannya kamu tidak bersamaku, aku bisa apa. Ngacak-ngacak di nikahan kamu?? Mungkin?? Inggrid Pramudhita
Trepidation ✔ di mayalestari123
mayalestari123
  • WpView
    LETTURE 332,509
  • WpVote
    Voti 10,752
  • WpPart
    Parti 56
|| COMPLETE || Jika terikat saja masih bisa membuatnya tidak setia, untuk apa memberinya kesempatan kedua jika akan berakhir sama. ~Abriana Pratista Upload ulang bertahap