suciindahdari
Dia bukan Gary Stu, bukan pula model androgini yang menawan, dia bukan The Perfect Humas, atau apapun itu.
Dia adalah pemeran utama dalam hidupku.
Layaknya aku sebuah benda, dan dia adalah atomku.
Dia adalah penyusun hidupku.
Jika dia hilang, maka aku juga akan musnah perlahan.
Aku lebih dari mencintai sahabat dari kecilku itu.
'Kita sama-sama saling mencintai'
Aku menginginkan dia selamanya berada di sampingku, menjalin sebuah hubungan lebih dari seorang teman.
Awalnya kukira itu mudah, hanya dengan mengatakan "hey, aku menyukaimu, ayo berpacaran"
Tapi aku salah, semuanya tak semudah itu, karenanya aku mengerti bahwa sebuah hubungan tak sesederhana itu.
Semuanya melibatkan hati, semuanya melibatkan perasaan.
Dan yang terpenting aku mengerti bahwa hanya aku yang mencintainya sebagai persaan pria dan wanita.
Aku rapuh ketika mengetahui fakta bahwa, ada hati lain yang ia jaga.
Aku sahabatnya dari kecil, dan aku benar-benar bodoh karena tidak menyadari itu, menyadari bahwa 'dia memyukai wanita yang lebih menawan dariku'
Karenanya aku mengerti, cinta dalam diam, berakhir dengan tangis dalam diam.
-Suciindahsari-