writtmrtn
"Janji?" nada suara Raka tiba-tiba berubah serius, "Lo nggak bakal bilang ke siapa-siapa." lanjutnya.
Nara menghela napas pendek.
"Wah..." ia menatap Raka sekilas, "Emang lo lagi jampi-jampi siapa?" lanjutnya.
Raka terdiam.
Sejak kejadian itu, pertemuan Nara dan Raka tak pernah lepas dari ribut receh dan saling sindir. Raka menyebalkan, penuh rahasia, dan terlalu sering muncul tanpa diminta. Di tengah ego dan emosi yang saling bertabrakan, muncul satu pertanyaan sederhana, akankah hubungan mereka selamanya berhenti di kata benci?
⚠️ DISCLAIMER ⚠️
Seluruh isi cerita ini merupakan imajinasi penulis dan mengandung kata-kata kasar.
[Ditulis sejak 2019]