Abiiek's Reading List
3 stories
Immortal and Martial Dual Cultivation [Book 5] by Whalien-052
Whalien-052
  • WpView
    Reads 844,951
  • WpVote
    Votes 80,517
  • WpPart
    Parts 200
[SELSAI] [800-1000] Mencapai puncak budidaya abadi dan menjadi mampu mengamuk tanpa rasa takut! Gunakan kekuatan seni bela diri untuk menguasai dunia dan mengalahkan pahlawan! Cuaca berubah sesuai kemauan dan gelombang telapak tangan. Dia yang mengolah teknik abadi dan seni bela diri, yang mungkin bisa mengalahkannya! Xiao Chen adalah seorang penyendiri yang membeli 'Kompendium Kultivasi'. Segera setelah itu, ia menyeberang ke Dunia Tianwu, dunia yang diperintah oleh seni bela diri. Dia kemudian memurnikan pil, menggambar jimat, berlatih formasi, membuat senjata dan mengolah Azure Dragon Martial Soul yang belum pernah terlihat selama ribuan tahun. Ini adalah kisah yang menceritakan tentang legenda yang menarik dan luar biasa!
9 Heavenly Thunder Manual   by Abiiek
Abiiek
  • WpView
    Reads 391
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 8
 Karakter utama Lei Yu tidak memiliki kemampuan mempraktikkan bela diri di keluarganya. Ini mendekati dan meluncurkan sebagai novel khas Xian Xia. Untuk beberapa alasan, ia meninggalkan keluarganya, menang dengan kemampuan kebetulan dan membuat jalannya untuk menjadi abadi.
Pusaka Gua Siluman - ASKPH by JadeLiong
JadeLiong
  • WpView
    Reads 133,046
  • WpVote
    Votes 1,822
  • WpPart
    Parts 31
"Nona manis, kau hendak ke mana?" "Hendak memasuki dusun Kang-le-bun Ini, lalu menyeberang..." jawab Siok Ho acuh tak acuh, menahan kemarahannya melihat pandang mata orang yang begitu kurang ajar. "Hai, tak boleh menyeberang. Salah-salah kau bisa disangka mata-mata. Lebih baik hayo ikut ke pondokku, selain aman kaupun akan merasai kesenangan bersamaku!" Terdengar beberapa orang anak buah pasukan itu tertawa. "Ciangkun, aku sedang melakukan perjalanan dengan suamiku, harap jangan ganggu!" kata Siok Ho yang hampir tak dapat menahan kemarahannya. Baiknya ia masih ingat bahwa dia dan Siok Bun berada di daerah musuh, maka untuk menyelamatkan diri terpaksa ia mengakui Siok Bun sebagai suaminya. Muka Siok Bun menjadi merah mendengar ucapan ini, akan tetapi ia cepat-cepat menjura kepada Thio Sun sambil berkata, "Harap tai-ciangkun suka maafkan kami suami isteri yang hendak melakukan perjalanan menyeberang sungai...." Tadi mendengar bahwa nona manis itu adalah isteri pemuda itu, berkerut kening komandan itu dan jelas ia kelihatan kecewa. Akan tetapi mana ia mau mengalah begitu saja? "Kalian mau menyeberang? Tentu mata-mata musuh!" bentaknya tegas.