My book
2 stories
Ghost and You by reeveriest
reeveriest
  • WpView
    Reads 3,634
  • WpVote
    Votes 259
  • WpPart
    Parts 24
Kim Woo Bin, laki-laki yang Sempurna. Cerdas, Tampan, dan Kaya Raya. Dia cerminan kata Sempurna karena dia memiliki segalanya. Banyak yang menginginkan dia, banyak yang mengharapkan dan menyukainya tapi dia jatuh pada orang yang salah. Hidupnya sempurna tapi tidak kisah cintanya. Seseorang dari masalalunya mengubahnya, berubah terbalik dari kepribadian baiknya. Kim Woo Bin menjadi laki-laki dingin, selalu bersikap tidak peduli, dan irit kata kepada siapa saja yang dia ketahui hanya kerja dan kerja. Hingga suatu hari dia harus meneruti perkataan Nenek-nya untuk membangun hubungan baru dengan seorang wanita yang bernama Lee Hye Nam. Lee Hye Nam, hanya wanita biasa. Dia tidak terlalu Cantik, tidak Pintar, dan tidak Kaya Raya. Dia selalu bersikap ceroboh dan yang paling parah adalah dia mempunyai kelebihan, kelebihan untuk bisa melihat dan berkomunikasi dengan hantu. Hidupnya biasa saja sebelum dia tanpa sengaja bertemu dengan seorang Nenek yang menyukai kepribadian baik dan menariknya. Nenek itu memintanya untuk menjadi calon untuk cucunya, cucu yang bernama Kim Woo Bin. Kim Woo Bin dan Lee Hye Nam selalu bersama hingga rasa cinta tumbuh disalah satu hati mereka. Semua baik-baik saja sebelum masalalu Kim Woo Bin datang kembali dalam hidupnya dan ada orang baru yang bisa melindungi Lee Hye Nam. Semakin banyak kejadian yang membuat hubungan mereka merenggang. Hingga pada suatu saat mereka harus memilih.. "Dia harus memilih antara orang yang bisa melindunginya dengan orang yang sangat dia cintai. Pilihannya menentukan jalan kehidupannya selanjutnya jika dia salah memilih dia tidak akan mendapatkan sinar yang selama ini dimilikinya, dia akan meredup dan menghilang."
Kisah Romantis  by arvala
arvala
  • WpView
    Reads 206,697
  • WpVote
    Votes 4,046
  • WpPart
    Parts 15
"Cinta gak sama aku?" Aku terdiam pura-pura berpikir. "Hmm. Cinta." "Kalo gitu nikah yuk!" Dia tersenyum lebar sambil mengelus-ngelus Lusi yang sedang berbaring didepannya. Mulutku menganga dan mataku menatapnya aneh. "Mau ya?" Sekali lagi ia tersenyum, namun kali ini menatapku dengan matanya yang membentuk garis ketika ia tersenyum. Aku mengatupkan mulutku. "Datengin papa dong! Tanyain, boleh gak anaknya diambil?" Aku melirik Davin, ia hanya mengangguk-anggukkan kepalanya pelan sambil terus mengelus bulu-bulu halus kucing milik tetanggaku. Davin kampret! Sungutku dalam hati. -Hana Nida Arindi-