marsjmay
- Reads 136
- Votes 15
- Parts 15
Selama ini aku selalu diremehkan orang lain. Semua orang memandangku rendah, meskipun berat aku berjuang untuk sampai di titik ini, hanya sebagai asisten level rendah di kantorku.
Namun, semuanya berubah ketika aku sendiri yang memandang rendah seorang office boy. Pendek, punggungnya bungkuk seperti punuk tebal, terlihat tak memiliki leher, berkaki bengkok, rambut agak panjang tetapi tak memiliki bentuk, dan kumis berjanggut yang tak rapi.
Seperti halnya seseorang menunggu ajal, ia tak memiliki gairah hidup. Dia seperti ditakdirkan untuk berada di rantai makanan terakhir.
Dan itulah, hari dimana aku menyesal karena memandangnya rendah, ketika aku tahu bahwa hidup dan matiku berada di tangannya. Dimana aku bersujud kepada tuhan, memohon agar0 waktu dapat diputar. 0
Sampai seseorang membuatku sadar bahwa aku salah besar. Ku kira tak akan ada yang menyelamatkanku. Namun, tak ada yang gratis di dunia ini, dan seluruh hidupku adalah bayarannya.