ArifApriyadiPangestu's Reading List
6 stories
Maryam Karimova by ArifApriyadiPangestu
ArifApriyadiPangestu
  • WpView
    Reads 267
  • WpVote
    Votes 13
  • WpPart
    Parts 9
Rasanya engkau pernah menaruh asa. Rasanya pula engkau pernah menaruh rasa. Rasa cinta, sayang, dan apalah. Intinya sama, engkau ada rasa. Ada kalanya rasa seiring asa. Dan kala itu engkau bisa benar-benar bahagia, rasa dan asa melangkah seiring kata. Lalu, bagaimana bila sebaliknya? Rasa dan asa seolah bertolak belakang, laksana kutub selatan dan utara. Laksana timur dan barat. Teramat jauh jaraknya. Sekian waktu habis demi menempuhnya. Sekian angka biaya terkikis demi menggapainya. Dan belum tentu bersua juga. Namun, laksana kalimat "berpaling bukan berarti membenci". Terukir asa, kian bersua Arktik dan Antartika walau entah kapan adanya. Bila perlu juga yang lainnya. Berpadu dalam satu ikatan laksana Mahabenua Pangaea yang katanya hadir di zaman dahulu kala. Biarlah saat ini terbentang jarak sekian angka, asalkan di kemudian hari bersua. Lalu, terikat erat dan tak terpisah lagi. Begitulah kira-kira. Maksim. Telah sekian jarak ia meninggalkan negerinya. Menyatakan selamat tinggal pada pulau seberang Negeri Matahari Terbit. Melalang jauh ke negeri paling selatan benua. Menyemai asa, semoga selamat diri dan keluarga dari marabahaya. Tidak mengapa berteman nestapa, asal ia juga segenap keluarga Lee lainnya tak berteman ancaman bahaya. Di negeri baru, perihal tak lantas berlalu. Perihal juga tak hadir atas serangan musuh. Rekan semarkas pun bisa turut menghadirkan perihal. Apalagi bila perihal itu menyangkut agama. Keluarga Lee mengangkat kaki lebar-lebar bukan semata menyelamatkan diri. Mereka berpaling demi menjaga agama yang diukir indah dalam hati. Dan di negeri barunya, di negeri mayoritas agama Islam yang dianutnya, justru perihal baru tiba bersemi. Maryam Karimova, nama yang turut dalam perihal. Tak terbersit namun terutarakan. Ia tak sekadar perihal rasa, namun juga asa yang hadir tiba-tiba. Ia menantang hasrat diri, seberapa kuat mengorbankan rasa. Lalu, bagaimana bila rasa itu telah hadir di keduanya?
Perjalanan Antariksa by antariksakh
antariksakh
  • WpView
    Reads 279
  • WpVote
    Votes 20
  • WpPart
    Parts 6
Kumpulan kisah kisah nyata dan fiksi dari satu kelas yang penuh dengan suka, duka, canda, dan tawa.
Adventure in the ZOMBIE city by HasanHasan098
HasanHasan098
  • WpView
    Reads 8
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
mungkin ini perasaanku saja atau sungguhan tetapi tadi aku betul-betul melihat kucingku digigit seseorang tetapi waktu aku terbangun ternyata di sekelilingku hanya ada bantal guling dan kasur yang empuk aku segera bangun dan meminta sarapan oleh ibuku kebetulan ibuku sedang memasakkan cumi-cumi aku sangat senang sejak melihatnya setelah selesai masak ibuku lansung menyiapkannya didepan mataku ,aku lansung melahapnya walau makanan itu masih berasap lidah dan mulutku seperti terbakar tetapi aku tidak bisa menahan kelezatan ini, setelah makan aku langsung menyiapkan persiapan sekolahku karena ini hari senin
living sun by yeojahijabie
yeojahijabie
  • WpView
    Reads 25
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 3
seorang perempuan bernama Diah yang bertemu dengan laki-laki yang bernama Leo
Rahma & Yana by ArifApriyadiPangestu
ArifApriyadiPangestu
  • WpView
    Reads 1,242
  • WpVote
    Votes 95
  • WpPart
    Parts 26
Layang-layangku hampir putus. Menarik atau menggulungnya sama-sama berisiko. Benangnya telah berada di ujung tanduk. Satu hentakan saja layang-layang itu akan terbang mengikuti angin, tanpa kendali. Ia akan terbang mengitari langit luas sesukanya. Sebebas-bebasnya. Lalu, terjun bebas ke bawah saat angin tidak lagi menjadi teman. Melepaskannya tanpa memandang ke wajahnya. Dan tidak mungkin juga aku bertahan di sini, menanti layang-layang turun sendiri. Aku menghela napas. Ini layang-layang terakhirku. Bila akhirnya layang-layang ini putus, tidak ada lagi layang-layang berikutnya. Tidak ada lagi kisah selepas Ashar, sepulang dari Madrasah, aku berlari ke rumah. Berganti pakaian lalu meluncur ke lapangan sekolah seluas dua kali lapangan voli seraya menenteng layang-layang. Tidak ada lagi kisah aku berlomba lari dengan Rehan dari Madrasah menuju rumah. Melalui jalanan lurus ke timur lalu tikungan tajam ke kiri. Bertelanjang kaki menantang tajamnya kerikil-kerikil jalanan.
Aku Bukan INDIGO by Nuraifahofficial
Nuraifahofficial
  • WpView
    Reads 82
  • WpVote
    Votes 11
  • WpPart
    Parts 2
jangan pernah mengatakan IYA pada MAKHLUK GHAIB atau itu akan berujung KEMAKSIATAN