NurmaNuy
2 stories
Cerita Masa SMA by CK18071993
CK18071993
  • WpView
    Reads 21,427
  • WpVote
    Votes 279
  • WpPart
    Parts 88
Chacha merupakan salah satu siswi terbaik di SMA Pelita Cahaya. Karakternya yang ceria dan cerewet ini ternyata menyimpan luka yang dalam. Sejak dalam kandungan, Rizal, papa Chacha meninggalkan keluarganya demi mengejar kehidupan mewah di Surabaya. Sedangkan Mona, mama Chacha memperlakukannya dengan dingin. Jangankan tersenyum, berbicara dengannya pun tidak. Sehingga segala perhatian dan kasih sayang, dia dapatkan dari kedua kakaknya, Adit dan Bagas. Bersama sahabatnya, Candra, dia berbagi segala perasaannya. Selama ini, Chacha, Adit, Bagas dan Mona tinggal di sebuah rumah elit di Solo Baru. Mereka bertetangga dengan Deva dan Damar. Karena suatu masalah, Chacha dan Deva menjadi musuh bebuyutan. Meski mereka satu sekolah, namun hubungan mereka layaknya kucing dan tikus. Lambat laun, timbul perasaan di hati Deva kepada Chacha. Sedangkan Chacha menyukai Rio yang akhirnya melukainya. Suatu ketika kala usianya 17 tahun, Rizal muncul dan hendak merebut Chacha dari Mona. Mona yang mulai menyayangi Chacha merasa terancam akan kemunculan Rizal yang terus menerus mendekati Chacha.
Tentang Dia yang Ada di Bumi by caaaaae
caaaaae
  • WpView
    Reads 37,354
  • WpVote
    Votes 816
  • WpPart
    Parts 47
Aku masih ingat, bagaimana kamu mengubah sesak menjadi tawa, dan luka perlahan pudar. Bersama akar-akar kebahagiaan, kamu besarkan keceriaan. Tumbuhlah senyum, aku petik setiap hari, dan ia tak pernah habis hanya dengan perlakuanmu yang manis. Saat itu, dengan hubungan yang menentang peraturan, aku berpikir bahwa diriku hanya akan menjalani hari-hari penuh sekat denganmu. Dan aku siap, bila memang harus begitu. Kamu pun menguatkan aku, memberiku semangat, bahwa aku gadis yang kuat dan perlahan menjadi yang lebih dewasa. Sejak awal memulai, tak hanya peraturan yang menentang, tapi juga orang-orang. Aku berusaha sekuat tenaga untuk bertahan, membuktikan bahwa aku dan kamu tak akan menjadi beban di dalamnya. Namun ternyata, berakhir aku sendiri, lagi. Dengan sangat tiba-tiba, kamu meminta untuk menyudahi hubungan ini dan menunggumu hingga waktu mengizinkan kita untuk sama-sama kembali. Dan dengan sangat tiba-tiba pula, air mata ini jatuh dengan derasnya, dada ini sesak seperti di hantam palu yang amat besar. Aku memilihmu karena kamu berhasil membenarkan hati yang sempat hancur, tak aku sangka kamu juga yang menghancurkannya. Tapi aku akan tetap ada di sudut ruang yang sepi, menunggumu kembali, Mengambil serpihan hati, menyatukannya lagi, untuk yang kedua kali.