Embus Udara
27 stories
Nestapa Atma Buana oleh pluviafrauen
pluviafrauen
  • WpView
    Membaca 1,485
  • WpVote
    Suara 207
  • WpPart
    Bagian 7
BERLANGSUNG | Antologi Puisi Selain fana, buana juga memiliki atma yang kerap kali terjebak dalam nestapa yang entah sampai kapan rencananya. Mungkin buana butuh rehat namun yang disajikan selalu penat. Mendengar penghuninya berseranah pada semesta, atma buana dirundung nestapa. ••• © pluviafrauen
huru-hara: yang tidak ada oleh hasnarum
hasnarum
  • WpView
    Membaca 16,002
  • WpVote
    Suara 1,699
  • WpPart
    Bagian 28
PUISI | ❝ mulut-mulut sibuk menjelma burung ciat-ciut berakhir tarung pojok sini pendapat begini pojok situ pendapat begitu keberadaan hukum diperdebatkan nyerocos saja katanya ada peraturan toh, undang-undang di mana-mana ketika genting, ia di mana? ❞ 。*✧*。 desain sampul : @puanasing
dipan itu tak cukup kuat untuk menopang kalut ayah ibu oleh mikokoi
mikokoi
  • WpView
    Membaca 1,592
  • WpVote
    Suara 250
  • WpPart
    Bagian 3
[puisi] apa air mata hari ini cukup untuk memasak sup? ©2020 sampul: @Hiyoki_
Menyintas oleh mikokoi
mikokoi
  • WpView
    Membaca 68,151
  • WpVote
    Suara 6,305
  • WpPart
    Bagian 34
[puisi] Berusaha bertahan hidup dengan kata-kata. ©2018 sampul: @Hiyoki_
Inisial Di Atas Daun oleh Soniatulfallah10
Soniatulfallah10
  • WpView
    Membaca 2,245
  • WpVote
    Suara 142
  • WpPart
    Bagian 29
Hujan kata-kata yang merimba dalam dada seorang pencinta yang kehilangan kekasihnya. Tahun-tahun meluncur cepat, sejauh langkah kakinya berjalan sebanyak itu pula rindu menikam jantungnya. Tak ada yang paling ia inginkan selain sebuah pelukan hangat dan erat dari sang kekasih. Dalam matanya tersimpan malam paling gelap tempat ia merahasiakan banyak kisah dan kenangan. Tempat ia mengenang kasih sebelum akhirnya terbang menuju ke tak terbatasan. Tak ada laut yang berani menampung air matanya. sebab itu ia serahkan segenap bahagia dan tangisnya kepada kata-kata.
Ayahmu Tumbuh di Halaman Belakang oleh ikankembungmerah
ikankembungmerah
  • WpView
    Membaca 53,586
  • WpVote
    Suara 4,766
  • WpPart
    Bagian 35
ayahmu tumbuh di halaman belakang. ia belajar memanen ubi, memelihara anjingnya yang tinggal satu dan membuat telur paskah palsu. ia membenci anaknya yang tinggal satu. setiap sore kepalanya menjadi sekolah yang tidak belajar. ia tumbuh harum menjadi bau rambutmu dan kian mahir membawamu ke kamar dan memeluk kita sampai kita mati di dalam peti. nb: if you wanna repost the poems in this book, give credit or ask permission from the author.
Juan oleh rosieym
rosieym
  • WpView
    Membaca 2,717
  • WpVote
    Suara 193
  • WpPart
    Bagian 8
Parasnya elok rupawan, sesuci asmaradanta dalam dekapan. ©rosieym 2018
aku rindu aroma tanah di rahim Ibu. oleh nona-hujan
nona-hujan
  • WpView
    Membaca 42,901
  • WpVote
    Suara 5,086
  • WpPart
    Bagian 10
biar saja mereka mengataiku manja. barangkali aroma tanah telah pendek umur di ingatan hidung mereka. atau semesta yang mungkin pilih kasih terhadap mereka daripada aku? -nona.
Ombak Satu Pagi oleh rosieym
rosieym
  • WpView
    Membaca 823
  • WpVote
    Suara 124
  • WpPart
    Bagian 5
Kau ada diantara debur ombak pukul satu pagi kemarin. ©rosieym 2019 cover: pinterest
Biar Nanti Kamu Bisa Baca oleh arunasylle
arunasylle
  • WpView
    Membaca 2,660
  • WpVote
    Suara 171
  • WpPart
    Bagian 3
"Nanti kamu bisa baca, tapi jangan banyak tanya!" ~Terimakasih untuk semua orang terhebat dalam hidupku. © Januari 2019 Highest Rank : #190 Prosa #241 Prosa #306 Prosa #531 Prosa