totokpkl
- LECTURAS 669
- Votos 69
- Partes 4
Namaku Maskur, aku terlahir dari keluarga sederhana, yang tinggal jauh dari kota. Aku bercita-cita menjadi seorang tentara. Karena bagiku sosok tentara adalah benteng negara. Keinginanku ini diilhami oleh sosok tampilan pamanku yang telah menjadi tentara lebih dulu. Pamankulah yang menanamkan jiwa patriotik ke dalam dadaku . Baginya menjadi tentara lebih mudah dibandingkan pekerjaan lain seperti menjadi guru , penyuluh pertanian , atau pegawai bank sekalipun . Mengingat untuk meraih cita-cita menjadi guru, penyuluh pertanian atau pegawai bank haruslah memiliki ijazah minimal SMA waktu itu, sedangkan untuk masuk tentara ijazah SMP masih bisa diterima. Itulah sebabnya Khumaedi selalu mengajak diriku agar bersedia masuk TNI. Tertantang dengan keadaan ekonomi orang tua. Aku mulai terpikat ajakan pamanku. Meski saat itu aku masih duduk di bangku setaraf SMP , namun keadaan ekonomi orang tualah yang menjadikan aku lebih dewasa dalam berpikir dibandingkan dengan tenan-teman seusiaku.Ketika aku dan temanku yang kala itu berlibur di kampungku yang bernama Paninggaran. Pamanku memberi kabar kalau nanti aku sudah lulus jangan ke mana- mana agar mudah dalam menindaklanjuti semuanya. Aku pun mengiyakan. Tanpa melihat kondisiku yang masih muda belia. Bagaimana tidak, usiaku kala itu baru enam belas . Kata orang remaja tanggung. Tapi aku , tak peduli kata orang , yang penting bagiku bisa segera terwujud cita-cita yang mulia ini. Karenanya saat temanku yang bernama Hardi mengajak lari pagi , aku sangat peduli. Hitung- hitung melatih fisik, aku tambahi porsi latihanku dengan sit up dan puss up agar tubuhku bisa terbentuk menjadi atletis. Dan ketika hal ini kubicarakan dengan Hardi , ia sangat setuju sekali. Bahkan ia mengajakku untuk berlatih renang. Katanya, seorang tentara harus pandai renang. Karena dalam peperangan nanti seorang tentara harus berpindah - pindah dari lokasi yang satu ke lokasi lainnya. Dan tidak mustahil akan memasuki medan yang berat, yakni menyeberangi sungai.