"Apa kamu masih akan tetap membunuhku?"
Wanita itu bergetar di bawah tekanan pria yang telah membunuh orang tuanya. Sebelah lengan sang wanita memegang pisau yang berkilat tajam. Jantungnya berdebar cepat. Hatinya diliputi antara keinginan untuk membalas dendam dan keterterikan yang sangat kuat.
Wanita itu memalingkan wajahnya. Dia tidak tahan menatap iris biru muda yang menatapnya begitu intens. Karena dia telah jatuh cinta pada seorang iblis. Pembunuh kedua orang tuanya.
"Tatap aku saat aku sedang berbicara denganmu"
Jari sang pria membawa dagu wanita itu ke atas. Membawa iris lembut itu kembali menatapnya.
"Apa kamu tetap akan membunuhku setelah ini?"
Pria itu kembali menyatukan bibir mereka.
Ini kisah tentang dendam dan cinta yang berbalut dengan darah dan air mata. Tentang pengkhianatan juga harapan. Tidak semua malaikat berhati suci dan tidak semua iblis berhati busuk.
Kamu tau jenis cinta yang ku miliki untukmu? Cinta yang tidak menuntut adanya balas.
Kamu bisa menyakitiku sedalam yang kamu mau. Atau membenciku sebesar yang kamu bisa. Menjauhiku layaknya wabah yang tidak pantas berada di dekatmu.
Namun sadarkah kamu? Kamu tidak pernah memintaku untuk pergi. Maka aku akan tetap di sisimu. Hingga kamu memintaku pergi.