Aypcyy
Bagi Ayu si ketua Divisi Danusan, matematika paling rumit bukanlah Kalkulus! Melainkan berapa ratus cup es teh manis yang harus terjual agar bisa menutup anggaran ide-ide gila dari Divisi Acara. Dan biang keroknya adalah "Yosaka Aksara" si ketua Divisi kreatif.
"Lo pikir duit dekorasi panggung bisa metik di pohon selasar BEM?!" - Ayu.
"Ya makanya kita jualan danus bareng, Ayu. Sekalian PDKT," - Saka.
Di tengah riuhnya kepanitiaan, benturan anggaran, dan omelan harian, Ayu tidak pernah menyangka kalau Saka yang tengil justru jadi orang pertama yang selalu paham kapan ia butuh segelas es kopi susu saat lapar dan pusing.
Namun, di saat hubungan mereka mulai bergeser dari musuh budget jadi partner-in-crime, ada Bagas Putra-Ketua BEM yang tenang, selalu pasang badan saat panitia chaos, dan diam-diam menyimpan perhatian hangat yang tak pernah terucap.
Saat anggaran acara perlahan terkendali, justru perasaan mereka yang makin over budget dan tak terkontrol.
Siapa yang akhirnya berhasil mengamankan presensi di hati Ayu? Saka yang penuh kejutan, atau Bagas yang selalu jadi tempat bersandar?