WafiiqSyachriil
Aku sendiri lagi, melawan sepi setelah dia pergi. Dulu dia pernah berjanji untuk tetap bersamaku. Ingin sekali ingin membencinya, tapi aku tak mampu.
Sampai saat ini, sejuk senyumnya masih hadir dalam tiap denyut jantungku,seberapapun aku mencoba mengurungnya dalam rasa sakit hatiku. Senyum yang kadang menjadi duri dalam nadiku, dan kadang pula menjadi alasanku untuk tetap menyayanginya. Aku kehilangan separuh jiwaku. Aku masih tak menyangka akan berakhir seperti ini, aku tak menyangka dia membuangku begitu saja.
Dia terlihat santai, seolah tak ada rasa sedih sedikitpun semenjak aku dan dia putus. Mungkin dia sudah terbiasa dalam hal seperti ini, atau mungkin dulu dia tidak benar2 menyayangiku, mungkin juga itu alasannya mengapa dia tidak merasa kehilangan.
Dari rasa sakit ini ku belajar banyak hal. Aku belajar untuk tidak terlalu menaruh harapan pada laki2 yang belum tentu menyayangiku dengan sungguh2, aku belajar bagaimana cara melepas cinta yang tak berbalas.
*Nexxtt