DikaHerdian
Tak tampak seperti ilusi dari gerilyamu didepan dahi
Gaduh ditelinga aku ingin mendengarnya
Beningnya kelopak aku tak mau berhenti menatap
Sedarinya tersentak rupanya kau hanya bersekutu
Rindu kutulis merindu dari bianglala teralamat padamu
Dan Disecarik kertas kau baca dengan segerombol hujan