Reading list
4 stories
Kapan-kapan Kita Belajar Berpikir Kritis by kontradiksi
kontradiksi
  • WpView
    Reads 99,957
  • WpVote
    Votes 7,806
  • WpPart
    Parts 18
Pernah orang bijak bilang, "Kamu hari ini sama seperti kamu lima tahun lagi, kecuali dalam dua hal: buku yang kamu baca dan orang yang kamu jumpai." Menanggapi itu, saya sebagai pembaca amatir, jadi tertantang untuk mendokumentasikan hasil bacaan saya dalam bentuk tulisan. Mohon jangan ditanya kenapa bukan di media yang lebih sesuai seperti g*oodreads dan amaz*on. Nanti saya harus jawab kalau saya malas saja karena tidak familiar dengan interface-nya.
Kamuflase by kontradiksi
kontradiksi
  • WpView
    Reads 3,769,031
  • WpVote
    Votes 453,313
  • WpPart
    Parts 61
[Cerita ini akan tersedia gratis pada 15 April 2022] Sari, seorang siswi di sekolah khusus agen intelijen mengemban misi mengungkap dalang narkotika di Jakarta. Dibantu temannya Ganesha, mereka harus berpacu melawan organisasi rahasia dan menerima kenyataan bahwa idealisme mereka tidak selalu sesuai dengan realita di lapangan. *** Saritem Widyastuti adalah perempuan Indo-Jerman yang terdaftar sebagai siswa di Sekolah Khusus Nusantara. Sebuah sekolah intelijen yang mengajarkan 74 bahasa daerah, kemampuan beternak, ketahanan fisik dikejar anjing, menjinakkan bom di sebuah pasar, serta pelatihan dengan kearifan lokal lainnya. Sari ditugaskan untuk menjalankan misi besutan Badan Narkotika Nasional: mengungkap identitas gembong narkoba di Jakarta. Bersama Ganesha, yang diberikan tugas oleh Kemendikbud untuk menguak pelaku penyebaran kunci jawaban Ujian Nasional, mereka menyamar di sekolah negeri favorit di Jakarta. Di sana, Sari terpaksa belajar bahwa mimpinya membela negara tidak selalu sejalan dengan tugas yang diembankan padanya. Mampukah Sari menyelesaikan misinya? [SERI INTELIJEN NUSANTARA #1]
The Number You Are Trying to Reach is Not Reachable by expellianmus
expellianmus
  • WpView
    Reads 6,708,336
  • WpVote
    Votes 365,007
  • WpPart
    Parts 35
Katanya, aku genius dan hidupku kelewat serius. Padahal aku tidak merasa seperti itu. Oke, aku memang pernah menggelar pentas tunggal dari drama Shakespeare yang semua dialognya kuubah sendiri jadi bahasa Jawa waktu aku kelas lima SD. Waktu kelas empat SD, aku selesai menghafal seluruh isi KBBI. Aku bisa berbicara dalam bahasa Sansekerta dan memahami isi prasasti semudah orang-orang memahami isi majalah. Koleksi piala dan medali olimpiadeku (baik akademik maupun non-akademik) mungkin lebih banyak dari jumlah perempuan yang dilirik Zeus. Aku masih kelas sepuluh, tapi aku sudah iseng-iseng ikut beberapa TO SBMPTN, dan dapat nilai paling tinggi di antara anak-anak kelas dua belas. Dan banyak hal lainnya. Tapi menurutku, masih banyak hal yang belum kulakukan. Dan aku selalu merasa tidak puas kalau belum mencoba hal baru. Aku selalu penasaran. Namun, tidak pernah terpikirkan olehku, bahwa suatu hari, akan ada seseorang yang berkata bahwa aku harus mencoba jadi cewek normal. Jangan terlalu serius. Katanya, jadi remaja normal itu asyik. Nah, sudah kubilang kan, aku selalu penasaran? --- #10 in Teen Fiction [23/07/16] [cover by me + prohngs lol]
+9 more
Once Upon a Time (Dahulu Kala) by Dheyamela
Dheyamela
  • WpView
    Reads 4,242,722
  • WpVote
    Votes 370,275
  • WpPart
    Parts 68
[COMPLETE, TERSEDIA DI GRAMEDIA, SEBAGIAN PART SUDAH DIHAPUS]Dongeng memiliki sisi gelap, terutama bagi mereka yang tak suka akhir bahagia. Mereka membuat dongeng sendiri. Namanya Gleen Warren Rajendra. Tampan, jenius, introvert, cold, namun begitu menarik dan berkharisma--ciri-ciri terkuat seorang psikopat. Satu fakta tentang dirinya, 3 tahun lalu ia sempat menyicipi tinggal di rumah sakit jiwa. Lalu ada Angkasa Raya, ketua osis yang pintar, tampan, lemah lembut, dan ramah--senior most wanted sekolah. Ditemukan tewas bersimbah darah di toilet tepat setelah Gleen masuk sekolah di hari pertama. Gleen termasuk dalam daftar orang yang dicurigai, namun Gleen dibebaskan dari tuduhan akibat tidak ada bukti yang kuat. Ciri-ciri kematian Angkasa Raya. Mati dengan mata terjahit dan jempol kanannya juga dijahit dengan bunga gardenia putih. Kepalanya berdarah, diduga dibenturkan ke westafel toilet. Sepucuk surat ditulis pembunuh. Surat yang mengarah pada sebuah dongeng--clue sang pembunuh. Lily Cattleya Gardenia, perempuan biasa--sebenarnya luar biasa--yang dunianya jungkir balik ketika tak sengaja takdir mendekatkan dirinya dengan Gleen. Leya menaruh kecurigaan besar pada Gleen--sang pecinta dongeng. Akankah Leya berhasil mengungkap identitas sang pembunuh? 17+. Campuran antara unsur teenfict, mystery, thriller, mengandung unsur kekerasan. Jadi bijaklah sebelum membaca :) Ditulis 6 Juni '17 Selesai 19 Mei '18 Don't copy my story please Stop plagiarism, be original!! Rank 1 : 14 Februari '18