Rahman_Hidayat's Reading List
4 stories
TELEPON TENGAH MALAM by BielivFelixia
BielivFelixia
  • WpView
    Reads 4,982
  • WpVote
    Votes 177
  • WpPart
    Parts 8
Berawal dari panggilan telepon di tengah malam di tempat kos barunya, Felicia mengalami kejadian demi kejadian yang aneh dan menyeramkan hingga membuatnya sangat ketakutan, bahkan lama kelamaan mengancam jiwanya. Sanggupkah Felicia mengatasinya seorang diri? Atau akankah ada sang penolong? Selamat membaca. (Some parts of this story are private mode, please Follow to read it. Thank you.)
SATRIA WILWATIKTA by Ray_Amur
Ray_Amur
  • WpView
    Reads 577,830
  • WpVote
    Votes 8,949
  • WpPart
    Parts 48
Waktu terus berjalan, tidak peduli dengan mereka yang terjebak dengan masa lalu. Rangkaian kehidupan yang merupakan kumpulan dari sekantong tawa dan tangis. Perjalanan anak manusia mencari jati diri. Mengabdi dengan cara yang berbeda. Inilah kisah Negeri Majapahit, Wiwatikta. Dengan bumbu dramatis yang menjadi warna kisah perjalanannya. Credit cover by NisaAtfiatmico
Jodoh Terbaik [DITERBITKAN] ✔ by SeolHan-Na
SeolHan-Na
  • WpView
    Reads 10,282,730
  • WpVote
    Votes 146,863
  • WpPart
    Parts 29
[ Sebagian part di private dan di hapus karena dalam proses penerbitan ] Hasnaifa Almeera Nagita, gadis cantik berusia 20 tahun ini harus berlapang dada untuk menerima perjodohannya dengan anak dari sahabat Ayahnya. Gibran Muhammad Azzam namanya. Lelaki yg memiliki paras tampan ini berusia 24 tahun, diusia yg masih dibilang muda Azzam sudah dijadikan CEO diperusahaan Keluarganya. "Karena kamu, adalah jodoh terbaik yang Allah takdirkan untukku ..." Copyright © 2015
LOVE IS LOVE by winstories_
winstories_
  • WpView
    Reads 16,044,437
  • WpVote
    Votes 104,360
  • WpPart
    Parts 21
"Gue gak tau lagi harus ngajarin lo kayak gimana. Gue capek tau gak. Lo itu begonya udah akut," kata Ali sambil mengacak rambutnya frustasi. PLAKKKK! satu tamparan keras tepat bersarang di pipinya yang membuat dia meringis. "Lo gak berhak ngejudge gue kayak gitu. Gue gak pernah mohon-mohon ke lo buat ngajarin gue," suara itu terdengar bergetar. Prilly berusaha menahan tangisnya agar tak pecah. laki-laki di hadapannya ini benar-benar membuat kesabarannya habis. Andai saja ia tahu apa yang sebenarnya terjadi, pasti dia akan berfikir beribu kali untuk mengucapkan kata-kata itu kepadanya. Namun untuk apa Prilly menjelaskan. si jenius ini tidak akan perduli.