estehjumbo_
- Reads 992
- Votes 141
- Parts 18
Malam pernikahan itu tidak disambut dengan kelopak bunga mawar atau lilin aromaterapi, melainkan dengan denting hujan yang menghantam kaca jendela penthouse megah milik keluarga teavirat. lokkaew duduk di tepi ranjang berukuran king-size, masih mengenakan gaun pengantin putih yang amat berat. Suara langkah sepatu kulit yang tegas membuat jantungnya berdegup kencang.
Anda anunta, orang yang baru saja resmi menjadi suaminya beberapa jam lalu, melangkah masuk. Ia melonggarkan dasinya dengan satu tangan, matanya yang tajam dan sedingin es menatap lokkaew tanpa ekspresi.
"Pernikahan ini hanya formalitas demi menyelamatkan saham keluargamu dan menenangkan kakekku," suara Anda terdengar datar, begitu tenang hingga terasa menyayat. Ia melempar selembar dokumen ke atas meja rias. "Kamar kita terpisah. Jangan mencampuri urusanku, dan aku tidak akan mencampuri urusanmu. Di depan publik kita pasangan sempurna, tetapi di dalam rumah ini, kita adalah asing."