MRudiHabibie
- Reads 965
- Votes 57
- Parts 11
Rasyid Firmansyah memilih mempertahankan idealismenya di tengah atmosfer nepotisme yang terus meluap di Indonesia. Jalan mahasiswa yang ditempuhnya sedikit demi sedikit mampu mendobrak ketimpangan kondisi, dimulai dari kampusnya sendiri, kemudian merangkak memerangi politik brutal.
Perjalanan dengan kawan seperjuangan yang independen membuat Rasyid memilih jalan kemanusiaan sebagai paradigma berpikirnya. Ia meyakini bahwa kebanyakan manusia terlalu nyaman tenggelam dalam lumpur yang sama, yaitu lumpur kesesatan, sebuah lumpur yang banyak dihuni manusia era kini.
Lumpur manusia menggambarkan kondisi bangsa Indonesia yang tidak sedang baik-baik saja. Petualangan dan kritik dimulai dari pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono yang masih menanggung dosa para pemimpin dahulu. Kemudian berlanjut hingga sekarang pada era Jokowi yang merupakan neo-orde baru.