vnfbria's Reading List
87 stories
Pilu Membiru  by dekookoo
dekookoo
  • WpView
    Reads 638
  • WpVote
    Votes 155
  • WpPart
    Parts 5
Ia selamat, itu seharusnya menjadi sebuah keajaiban. Namun, sejak hari ketika kedua orang tuanya meninggal dalam kecelakaan yang sama, hidupnya tak pernah benar-benar kembali. Kini, ia hanya memiliki satu keluarga yang tersisa. Sayangnya, tidak semua orang menganggap kehadirannya sebagai berkah. Ketika rumah yang ia sebut "rumah" mulai terasa asing, ia pun dihadapkan pada satu pertanyaan yang tak pernah ingin ia jawab. Haruskah ia tetap bertahan, atau pergi agar tak lagi menjadi beban?
GAHAR  by isnipupu
isnipupu
  • WpView
    Reads 150,145
  • WpVote
    Votes 12,724
  • WpPart
    Parts 59
kalaupun nanti apa yang kamu harapkan tidak kunjung datang, sebagai manusia kita bisa berbuat apa lagi jika bukan hanya bersyukur? Karena sebenarnya Tuhan lah yang paling tahu apa yang terbaik untuk kita. Namun, untuk bertemu dengan sang mamah apa bukan yang terbaik?- #GaharJayantakaDiaksa Ternyata tidak ada yang lebih harmonis dari pada Tuhan kepada hambanya. Satu hal yang sangat di syukuri, di saat kehilangan membuatnya rapuh. Tuhan membuatnya merasakan keharmonisan yang tiada tandingannya. #HirakaSebastianAminata 20 Mei 2025
Brothers in Arms by UmiSlmh
UmiSlmh
  • WpView
    Reads 8,776
  • WpVote
    Votes 2,049
  • WpPart
    Parts 9
Bagi Eza, peran "ayah" bukanlah seseorang yang merengkuh dirinya dengan penuh perlindungan. "Ayah" adalah ia yang tanpa ragu mengangkat tangan dan memberinya luka abadi. Di usianya yang masih begitu muda, Eza melepas segala kenangan tentang seorang ayah hanya untuk bisa kembali melanjutkan hidup. Namun di suatu hari, bundanya datang bersama seorang pria yang berniat mengisi kekosongan peran ayah dalam hidupnya. Eza memilih mengalah. Membiarkan bundanya merajut mimpi baru bersama Wisnu, mencoba mengabaikan firasat buruk yang terus berbisik di sudut kepalanya. Eza mengira, ia dan Bunda bisa menjalani kehidupan barunya dengan tenang bersama Wisnu dan kakak-kakak tirinya. ​Namun, Eza keliru. Ia tidak pernah tahu bahwa tepat di saat ia mulai lengah dan mencoba mempercayai arti sebuah keluarga, bayang-bayang masa lalu itu menolak untuk melepaskannya. *** Pict from Pinterest
Rayn After Rain by aydin1943
aydin1943
  • WpView
    Reads 128,398
  • WpVote
    Votes 11,298
  • WpPart
    Parts 42
Rain sangat menyukai hujan, melebihi terangnya sinar matahari atau indahnya cahaya bulan di malam hari. Ia suka menyaksikan biru langit berganti menjadi abu, hingga gelap sepenuhnya. Ia juga suka bagaimana ribuan rintik hujan berlomba-lomba menerjang bumi. Rasanya, Rain tak sendirian lagi. Rintikan hujan yang riuh seakan dapat melepas lara yang tak dapat ia gaungkan di hadapan manusia. Rain bukan keras kepala, bukan pula terlalu angkuh apalagi berniat jadi pusat dunia. Rain hanya terbiasa tenggelam dalam hening, hingga sukar menerima apapun yang diberikan tuhan padanya, termasuk keluarga. Rank #1 in keluarga #1 in hujan #1 in lara #1 in home #1 in hanyujin #4 in hujan #5 in Rain #5 in kesepian #5 in kimgyuvin #6 in pulang #8 in alone
Laut Kepada Langit [Brothership] by Swarasendja
Swarasendja
  • WpView
    Reads 7,953
  • WpVote
    Votes 1,497
  • WpPart
    Parts 10
​"Kita adalah dua semesta yang berbeda, namun dipertemukan di garis cakrawala yang sama." - Langit Aksara Pramudya. ​"Tapi di garis itu pula aku sadar; egomu terlalu tinggi untuk turun, dan lukaku terlalu dalam untuk ku tunjukkan." - Laut Baskara Pramudya. "Sampai jumpa kembali dalam bentuk sebaik-baiknya kita." - Semesta.
DEMI APAPUN, BIRU NYERAH - NA JAEMIN [END] by JLilyaboo
JLilyaboo
  • WpView
    Reads 24,585
  • WpVote
    Votes 1,733
  • WpPart
    Parts 30
⚠️ TERSEDIA VERSI CETAK - LEBIH LENGKAP⚠️ "Sudah Temaram. Kini di tulis sebuah Narasi tak beraturan oleh Biru. Kepada Ayah, Bunda dan mas Dipta." Bunda yang sudah lebih dulu mendahului kita, Ayah yang menjelaskan rasa kasih sayangnya lewat pukulan, dan mas Dipta yang selalu di sini menemani Biru hingga di penghujung nafas Biru. Kini sudah Biru temui Bunda kembali di dunia yang sama, pengobat rasa rindu. Kini kembali Biru rasakan pelukan yang sekian lamanya tidak Biru rasakan. Mas Dipta, rumah ke-dua Biru. Rumah itu kini berdebu, kosong dan tak terawat. Biru tinggalkan rumah itu dengan sedikit rasa enggan. Ayah, kini dia menjelaskan kasih sayangnya itu dengan pelukan, walau sekedar batu nisan. "Jika rindu temui dan peluk Biru, walau hanya sekedar batu nisan yang bisa di peluk." Copyright -JLilyaboo, 2023
Askara Leonard (Re-Upload) [END] by Istlf_
Istlf_
  • WpView
    Reads 610,310
  • WpVote
    Votes 29,327
  • WpPart
    Parts 56
Hanya cerita tentang remaja belasan tahun yang mencoba bertahan hidup dengan harapan apa yang di takutkkannya tidak terjadi. Setelah menemukan sebuah Novel yang entah bagaimana tiba tiba terbangun dari mimpi, Aska memilki tekat baru untuk melanjutkan hidupnya, tidak lagi berharap seperti sebelumnya.
To All The Sunsets We Missed by _keonholicc
_keonholicc
  • WpView
    Reads 19,726
  • WpVote
    Votes 2,222
  • WpPart
    Parts 19
Kavi selalu percaya bahwa hidupnya masih membentang panjang. Di kepalanya, ia masih punya ribuan meter untuk berenang lebih jauh, jutaan tawa untuk dilepaskan lebih keras, dan sisa usia yang tak terhingga untuk menetap di dunia yang baginya terlalu indah untuk ditinggalkan. Sampai sebuah kalimat dari dokter menghantam dunianya, jantungnya tak lagi mampu mengejar waktu. Kavi dipaksa berhenti berlari saat ia baru saja hendak memulai. Menjelang usianya yang keenam belas, kematian bukan lagi hal yang menakutkan. Kavi sudah terlalu akrab dengan rasa sesak yang mencekik dan dinginnya ruang perawatan, hingga rasa takut itu perlahan luruh menjadi penerimaan. Namun, ada satu ketakutan yang tetap tinggal dan tak pernah bisa ia lepaskan, meninggalkan Sena. Sebagai kembaran yang lahir dan tumbuh dalam satu detak yang sama, bagi Kavi, membayangkan napasnya berhenti jauh lebih mudah daripada membayangkan Sena harus bernapas sendirian tanpa dirinya di sampingnya. Kavi mungkin sudah belajar cara berdamai dengan maut, namun ia tidak pernah tahu bagaimana cara meninggalkan separuh jiwanya tanpa rasa bersalah. Karena di akhir perjalanannya, luka yang paling perih bukanlah jantung yang membeku, melainkan membiarkan seseorang yang paling ia sayangi berjalan sendirian di dunia yang luas. #Brothership bukan bxb. Versi lain nya bisa di lihat melalui platform X @._keonholicc
Konstelasi Orion dan Cassius  by OSAXII
OSAXII
  • WpView
    Reads 39,545
  • WpVote
    Votes 4,559
  • WpPart
    Parts 26
10 tahun yang lalu, ketika Aku berumur 17 tahun, Papa pulang ke rumah sembari membawa anak kecil lusuh bersamanya, yang ternyata anak itu adalah anak hasil dari kesalahan Papa dan perempuan lain. Walaupun Papa mengakui kesalahannya dan meminta maaf, Mama tetap pergi dari rumah selamanya. Keluargaku yang awalnya damai menjadi hancur berantakan akibat anak itu. Setelah 10 tahun kemudian, Aku tak pernah ingin mencari tahu kabar anak itu. Sampai suatu ketika, aku mengetahui bahwa anak itu menderita kanker paru-paru. Dan akhirnya aku memutuskan untuk pulang. [ ANGST, FAMILYSHIP, BROTHERSHIP ] haruto ft. keonho © OSALAX, 2026 start: 25 Januari 2026 end: ...-
Kita Usahakan Rumah Itu by BettaPermata1
BettaPermata1
  • WpView
    Reads 13,454
  • WpVote
    Votes 1,587
  • WpPart
    Parts 44
📍 COMPLETED 📍 Update setiap : Senin [Angst, Brodership, Family, Slice of Life, Psychological / Emotional Realism] Tiga saudara itu, hidup di pinggiran kota. mereka tak punya siapa-siapa, hanya satu sama lain. ditengah usaha mereka membangun "rumah" yang utuh, dunia perlahan menuntut harga yang tak pernah mereka siap bayar. Sampai, pada akhirnya.... mereka harus belajar bahwa, kadang.. untuk punya rumah, seseorang harus rela kehilangan tempat berpulangnya sendiri. "Kita Usahakan Rumah Itu menceritakan tiga saudara yang tumbuh tanpa siapa-siapa, kecuali satu sama lain. Anak pertama berjuang menggantikan peran orang tua yang tak lagi ada, anak kedua menolak nasib yang dunia titipkan padanya, dan anak ketiga belajar menanggung trauma yang seharusnya bukan miliknya. Di antara luka, amarah, dan harapan, mereka mencoba membangun rumah - bukan dari batu bata, tapi dari cinta yang nyaris punah." . . .