Abm022's Reading List
3 historias
Definisi manusia por gatausyumvah
gatausyumvah
  • WpView
    LECTURAS 25,742
  • WpVote
    Votos 611
  • WpPart
    Partes 25
mendefiniskan sesuatu yang sebenarnya tak terdefinisi. hanyalah tentang seonggok daging yang merongrong dalam gelap. hanyalah jiwa yang terkurung dalam daging kenajisan. hanyalah tentang segumpal tanah liat yang mencari sebuah arti. manusia. Aku menemukan sebuah wadah untuk mencinta, ialah manusia - pencipta dalam jiwa buana Bintang itu membimbingku, mungkin ialah penunjuk mimpi yang dilegendakan- seorang pencari jati diri Dan ia terus berlari dalam terangnya laniakea sambil mengolok - olok maha semesta sang pencipta - daging kenajisan. Cara membaca: judul yang terdapat angka atau angka saja (1,2,3,...dst) : cerita utama. judul tanpa angka : narasi sampingan yang mendukung cerita utama. judul dengan (intermezzo) : tak berhubungan dengan cerita utama namun narasi tetap berhubungan dengan konsep luas definisi manusia.
(1925) Tan Malaka - Naar de Republiek Indonesia (Menuju Republik Indonesia) por GeraniumNegra
GeraniumNegra
  • WpView
    LECTURAS 19,882
  • WpVote
    Votos 394
  • WpPart
    Partes 6
Salah satu karya penting seorang Tan Malaka selain Madilog. Karya inilah yang membuat Tan Malaka disebut-sebut sebagai konseptor pertama negara Republik Indonesia, dimana tahun ketika karya ini keluar (1925) belum terjadi peristiwa Sumpah Pemuda (1928).
Sebatas Angan [END] por AfiraHetiani
AfiraHetiani
  • WpView
    LECTURAS 394,494
  • WpVote
    Votos 14,156
  • WpPart
    Partes 17
[Complete] Pernahkah kalian merasakan getaran? Getaran dalam diri yang memacu detak jantung lebih cepat dari biasanya atau merasakan adanya kupu - kupu terbang keluar dari perut kalian. Perumpamaan itu yang bisa kukatakan. Mengetahui apa yang terjadi sekarang tak lagi sama. Aku dan dia tak lagi seperti dulu. Kini ada yang lebih dari sekedar perasaan yang sewajarnya dalam sebuah pertemanan. Nyaman. Bukan, bukan nyaman teman yang kumaksud tapi sebuah nyaman yang lebih. Yang membawa pikiranku lebih lebih lebih rumit lagi karena menyadari hubungan ini yang tak mungkin berlanjut. Aku tidak tau apa yang aku lakukan, setidaknya ini yang aku rasakan. Meng-angankan seorang lelaki. Lelaki yang entah kapan bisa aku gapai. Dia bukan hanya sekedar yang kuinginkan tetapi yang kunantikan. "karena yang nyaman buat kita lupa kalau kita hanya sebatas teman" [Info: remaking dari Friendzone]