pembiascahaya
Jika memang urusan hati hanya ilusi, izinkan aku menggambarkannya menjadi ilustrasi. Agar setidaknya ada kenangan yang bisa ku dekap saat ku menggeluti kerinduan. Agar setidaknya ada sedikit kenangan, yang bisa mengingatkanku pada fana yang pernah tercipta di antara jejak napas yang ku embuskan.
Bila memang ada mantra yang menghidupkan. Maka aku tetap tak ingin kau kembali. Karena Pancasona hanyalah omong kosong belaka. Lebih baik kau tak pernah tercipta. Daripada jejak ciptamu tak bisa sirna.
Dan aku bisa memelukmu lagi, maka lahirlah menjadi sosok yang baru. Sosok dengan sifat berbeda, namun bisa membuatku merasa sama. Meskipun aku tau, tak akan ada yang bisa membuatku merasa sama. Jika kau ingin hadir lagi untukku, kau tak butuh pancasona. Yang kau butuhkan hanyalah, sosok yang berbeda.
------------
Kudus, 23 September 2018
©pembiascahaya
LETTERMELT™