FatmaKece123's Reading List
1 story
Always My Mine by FatmaKece123
FatmaKece123
  • WpView
    Reads 17
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
Stev? Igaunya setelah ia bangun dari pingsan selama sejam lebih. Tinggal pening yang tersisa dikepala, andai saja ia lebih cepat sedetik lagi mungkin ia tidak terkapar dalam ruang berbau obat ini. "jangan terlalu dipaksakan Mic" ucap ibu separuhbaya yang iba melihat anaknya sedang berusaha bangun dari baringnya. "Stev dimana, mom?". Ibu mengelum bibirnya ia tak tega melihat anaknya yang semakin parah bila ia menjawab dengan jujur. Tapi jika ibu Mic berbohong ia akan terluka lebih parah dikemudian hari jika Mic mengetahuinya sendiri. Lagi lagi pahit yang akan Mic telan, lebih pahit dari apapun. "Stev sudah tiada Mic. Kuharap kau merelakannya." Mic meringis menahan sakit seperti ada hantaman balok ke jantungnya. Persetan dengan nyeri di kepalanya, ia tidak peduli. Kenyataan seperti ini lebih menyakitkan dibanding apapun. Berbulir air bening mengalir melewati pipi kusam Mic kemudian jatuh lalu mengering. Andai luka dapat secepat itu mengering. Tapi bagi Mic ini berbeda. "Aku ingin menemui Stev untuk terakhir kalinya, Mom." Mic meringis menahan rasa sakit akibat infus yang Mic cabut secara paksa. "Oh god. Tenangkan fikiranmu Mic. Stev sudah tenang disana janganlah kau mendatanginya dengan air matamu, itu hanya akan membuatnya sedih". Cegah ibu Mic setelah menahan tangan Mic. "mom,," Mic menatap mata ibu mic seakan akan meminta kepercayaannya. Ibu mic menghela nafas kemudian menyapu sisa air mata yang berjalan dipipi Mic. "Stev bahagia disana jika kau bahagia, apa kau ingat? Stev akan tetap mengawasimu Mic. Berbahagialah jika kau tidak ingin menyakiti Stev untuk terakhir kalinya". Kemudian ibu Mic tersenyum menatapnya.