Fav💙🐣
138 stories
coward by karina_aolia
karina_aolia
  • WpView
    Reads 963,711
  • WpVote
    Votes 50,805
  • WpPart
    Parts 50
Kembaran Anjani mengatakan, Anjani hanyalah gadis picik yang merebut orang-orang tersayang dari sisinya. Ketiga kakak laki-laki Anjani mengatakan hal serupa. Mereka bilang, Anjani tidak lebih dari gadis pengemis perhatian dalam keluarga. Padahal, mereka tidak pernah tau bagaimana Anjani menghabiskan hari-harinya penuh rasa sakit. Papa dan Mama yang disangka selalu berada di pihak Anjani tidak pernah benar-benar menyayanginya. Papa dan Mama hanya ingin satu hal, keduanya ingin Anjani memiliki nilai sempurna. Lantas, apa jadinya jika Anjani jatuh hati pada Jenggala, laki-laki yang berstatus sebagai sahabat dari kembarannya? Bagaimana jadinya jika laki-laki yang ia sayang, laki-laki yang diharapkan mengerti dirinya, selalu berlari untuk membela sang kembaran terlebih dahulu dibanding dirinya? "Lo tau Jan, gue mau jadi pacar lo cuma demi Aruna. Gue harap lo sadar posisi dan ngerti kalau gue nggak akan pernah beneran sayang sama lo." ••• "Gue nggak pernah minta hidup kayak gini. Gue cuma mau tidur, gue capek belajar. Gue capek nanggung beban ekspektasi Mama sama Papa, Kak."
Rumah Tanpa Pintu [Completed] by nitaaalyn
nitaaalyn
  • WpView
    Reads 313,037
  • WpVote
    Votes 18,038
  • WpPart
    Parts 75
"Semua anak yang lahir ke dunia ini boleh bahagia, kan?" Svarga Galantara, anak laki-laki yang tidak bisa memilih untuk terlahir dari rahim ibu mana dan di tubuhnya mengalir darah dari ayah siapa. Ia hanya seorang anak yang tidak tahu menahu tentang permasalahan orang tua di masa sebelum ia dilahirkan. Tentang alasan apa yang mendasari ia tercipta. Tentang apa alasan Sang Maha menghadirkannya di tengah hiruk pikuk dunia yang fana dengan segala beban keluh kesah bersarang pada pundak serta benaknya. Harapan Svarga sangat sederhana. Ia hanya ingin merasakan bahagia yang sebenarnya, bukan bahagia palsu yang terus melindungi sedih agar tak terlihat oleh dunia.
Januari by sebaitrasa
sebaitrasa
  • WpView
    Reads 249,039
  • WpVote
    Votes 28,752
  • WpPart
    Parts 31
Katanya, Januari adalah awal. Dan ternyata benar. Januari adalah bagaimana ia kehilangan dan kemudian dipatahkan. Januari adalah bagaimana semesta memperkenalkan ia pada hari-hari panjang menyedihkan, sebelum akhirnya mempertemukan ia pada bahagia yang sempat hilang. Ini adalah cerita tentang Januari, sosok kesepian yang tidak pernah punya pilihan. Si hangat mentari yang terabaikan. Si penikmat hujan yang masih terus menunggu seseorang untuk menuntunnya pulang.
Dear, Luka by sebaitrasa
sebaitrasa
  • WpView
    Reads 67,539
  • WpVote
    Votes 9,128
  • WpPart
    Parts 22
Aljefra Prasastya, pertama kali masuk dan mengenal dunia literasi berkat ibunya yang meninggal secara tiba-tiba. Sampai benang takdir membawa ia menemukan sosok Natra. Seorang remaja penyintas penyakit langka yang kemudian berhasil mengubah alasan Jefra dalam menuliskan kisah ke dalam aksara. "Apakah ada alasan khusus mengapa kamu menulis kisah ini?" Awalnya, pemuda 19 tahun itu menulis untuk ibunya. Namun, hari itu, ia menemukan jawaban yang berbeda. "Saya ingin semua orang merasakan luka." [PART TIDAK LENGKAP]
Angkasa Tanpa Warna by sebaitrasa
sebaitrasa
  • WpView
    Reads 726,826
  • WpVote
    Votes 79,321
  • WpPart
    Parts 39
[FAMILYSHIP, NO ROMANCE] Karena kamu adalah Angkasa. Yang begitu tangguh di pelukan semesta. Yang datang dengan warna berbeda, dan akan tetap menjadi rahasia.
KAREL by sebaitrasa
sebaitrasa
  • WpView
    Reads 655,539
  • WpVote
    Votes 52,130
  • WpPart
    Parts 49
Bagi Karel, Galant adalah pahlawannya. Malaikatnya. Alasan dia untuk tetap bernapas di dunia. Sedang bagi Galant, Karel adalah hidupnya. Detak jantungnya. Segalanya.
Bukan Rumah yang Kurindukan by sebaitrasa
sebaitrasa
  • WpView
    Reads 60,576
  • WpVote
    Votes 6,721
  • WpPart
    Parts 23
Mahameru dan Alludra itu dua orang yang sama-sama merindukan rumah. Namun, bukan rumah seperti ini yang mereka inginkan untuk pulang.
Hujan Bulan Desember by sebaitrasa
sebaitrasa
  • WpView
    Reads 99,706
  • WpVote
    Votes 10,497
  • WpPart
    Parts 21
Desember di tahun-tahun sebelumnya, setiap hujan turun bersama angin, akan selalu ada dua gelas teh dan susu hangat di meja. Ada suara berisik di dapur dari Mama yang sibuk memasak untuk mereka. Ada samar-samar suara tawa dari ruang tengah saat Papa menonton acara komedi di televisi. Desember di tahun-tahun sebelumnya, hujan yang dingin itu bahkan masih terasa hangat. Namun, Desember tahun itu, di antara rintik hujan yang jatuh dengan gaduh, di sela-sela angin yang datang memecah kabut, tiba-tiba segalanya berubah. Tidak ada satu pun gelas di meja. Tidak ada masakan Mama yang disiapkan untuk makan malam. Tidak ada televisi yang menyala. Dan tidak ada suara tawa Papa. Desember tahun itu, hujan turun lebih kencang. Terlalu kencang, hingga seisi rumahnya berantakan. _______ Cover by Dta_Graphic
The Silence After The Applause by sebaitrasa
sebaitrasa
  • WpView
    Reads 21,530
  • WpVote
    Votes 2,324
  • WpPart
    Parts 24
Ketika tepuk tangan berakhir dan seluruh lampu dipadamkan, siapa yang masih tinggal untuk mendengar bisik hatimu? The Silence After The Applause - sebuah perjalanan sunyi di balik gemerlap dunia, tempat suara paling jujur lahir dari keheningan.
ECCEDENTESIAST 2: After Losing Him by MartabakKolor
MartabakKolor
  • WpView
    Reads 957,042
  • WpVote
    Votes 88,459
  • WpPart
    Parts 14
Semesta sejahat itu, ya? Aku kehilangan penglihatanku sejak lahir. Saat diberi izin untuk melihat dunia, orang yang menemaniku di masa sulit itu, sudah tidak ada. Aku... kehilangan. Bahkan sebelum aku sempat melihat wajahnya. ECCEDENTESIAST 2: After Losing Him