heehoonisme
Satu tahun setelah kecelakaan itu, rumah megah milik Hansen Wilhelm Siahaan (hs) tak lebih dari sebuah kotak kaca yang kedap suara. Tidak ada tawa, tidak ada kata-kata-hanya ada Axelle Kimi Siahaan yang terjebak dalam keheningan traumatisnya sendiri.
Hansen punya segalanya untuk membeli dunia, namun ia gagal membeli kembali suara putra tunggalnya. Sampai akhirnya, Ian Shakael (sh) datang. Sebagai seorang Pediatric Occupational Therapist, Ian tidak hadir untuk memaksa Kimi berbicara. Ia hadir untuk mendengarkan apa yang tidak terucap melalui jemari Kimi yang gemetar dan tatapan matanya yang nanar.
Di antara sticky notes, kepingan lego, dan memori yang pecah, Ian perlahan menyadari bahwa di rumah ini, bukan hanya Kimi yang butuh disembuhkan. Di balik dingin dan kaku punggung Hansen, ada luka yang juga membisu.
Ini bukan sekadar cerita tentang belajar bicara kembali. Ini tentang belajar untuk tetap 'hadir' saat dunia terasa terlalu bising untuk dihadapi sendirian.