langsapena
- Reads 132,545
- Votes 6,686
- Parts 70
Keysa membenci keasingan ini, tapi dia jauh lebih membenci segala cara yang dia lakukan untuk membunuh perasaannya berulang kali, dan gagal.
Perasaannya telak! Tak dapat ditawar bahkan oleh sisa kewarasannya sekalipun, seolah laki-laki itu sudah menduduki peran penuh dalam ruangan hatinya. Perannya satu, utuh.
Laki - laki itu membuatnya terus mati sendiri berulang kali, perasaan sepihak ini tak pernah adil, tapi upaya pergipun tak pernah berhasil. Perasaannya purna, selalu jatuh pada orang yang sama.
Pada tatapan dingin yang kadang tampak suam, senyumnya langka, bicaranya jarang, rambutnya sedikit berantakan, dan segalanya terlihat apa adanya. Jam tangan hitamnya simple, tumbler putihnya polos, case hpnya hitam tanpa sesuatu yang istimewa, headset putih yang kadang dipakainyapun terlihat biasa saja. Tapi dia pemegang penuh perasaan Keysa, tanpa tau caranya lupa, tanpa tau caranya tiada. Laki - laki itu pemilik rasanya. Dia Anant, Ananta.