DebyPebrianti
- Reads 2,687
- Votes 95
- Parts 9
Lama ku nantikan dalam keistiqomahan dan kepasrahanku 'tuk dapatkan yang setia dan berakhlak. Terus menanti, tanpa tahu caranya menjemput sang pangeran hati.
Tapi saat cinta hadir, cinta lain datang dan harus membelah kesetiaan. Takdir kami digariskan untuk bersama dalam kepahitan dan sulitnya keadilan. Berbagi takdir dengannya ternyata menjadi sebilah pedang yang siap menikam dari arah manapun.
Tapi Lauhul Mahfudz berkata lain.. Antara cinta, takdir dan catatan-Nya, sungguh skenario yang sempurna dan menguji iman.
Seperti hal ku yang tak mengerti cara menjemput jodoh, seperti itu pula aku tak mengerti caranya takdir kembali tanpa diantar.