LNVerenne
- Reads 2,037
- Votes 153
- Parts 27
[18+]
"Kamu datang saat ada maunya saja!" Suara Gilang menggelegar ke penjuru ruangan. Telunjuknya tertodong ke depan bagai senjata. Mata merahnya membalas tatapan sang putri sulung yang tak kalah nyalang.
"Itu didikan Ayah kan?!! Emangnya Ayah bisa apa kalau aku nangis? Peluk? Satu ruangan sama aku aja Ayah gak bisa!!!" Tanpa rasa takut. Dissen membentur kemurkaan sang ayah dengan gejolak emosi tertahan seumur hidup.
Tak ada yang bisa menghindari fakta bahwa Dissen adalah putri tertua Gilang. Bahwa Dissen adalah jiplakan paling menyerupai Gilang dari empat bersaudara itu.
Sialnya. Bukan hanya fisik, namun juga wataknya. Putri sulung itu akan hidup dengan bayang-bayang pria yang menyakitinya seumur hidup. Rumah senyap yang dapat meledak dengan mudah.
***
Hanya membutuhkan sebuah kontak mata untuk membuat ia mendapat segalanya. Kehadiran gadis itu tak pernah membuat siapapun merasa cukup. Mereka selalu menginginkan Dissen lagi dan lagi.
Bibirnya ditutup senyum ramah, matanya mengedip lambat menjebak siapapun yang beruntung, tubuhnya bergerak lembut merobohkan pertahanan. Semuanya ia dapatkan dengan usaha dan disiplin. Bukan sesederhana ia cantik atau kaya.
Gadis itu mati dan terlahir berkali-kali. Hancur dan tumbuh seorang diri. Wanita dapat sempurna dengan lukanya, bukan menjadikan hal tersebut sebagai alasan untuk menghancurkan diri atau orang lain.
Dengan itu, ini adalah salah satu kematian dan kelahirannya. Tetap berusaha mekar dengan cantik, meski ia melihat sosok yang ia benci di cermin setiap hari.
⚠️Selfharm | Suicidal thoughts | Daddy issues | Anger issues | Harsh words
⚠️Diminta kebijakannya dalam membaca
#3 non-fiction [14/11/2025]