LNVerenne
- Reads 943
- Votes 96
- Parts 17
[18+]
"Kamu datang saat ada maunya saja!" Suara Gilang menggelegar ke penjuru ruangan. Telunjuknya tertodong ke depan bagai senjata. Mata merahnya membalas tatapan sang putri sulung yang tak kalah nyalang.
"Ayah gak pernah hadir! Ayah gak pernah ada! Ayah berharap aku bisa peluk orang asing kayak Ayah?!!" Tanpa rasa takut. Dissen membentur kemurkaan sang ayah dengan gejolak emosi tertahan seumur hidup.
Tak ada yang bisa menghindari fakta bahwa Dissen adalah putri tertua Gilang. Bahwa Dissen adalah jiplakan paling menyerupai Gilang dari empat bersaudara itu.
Sialnya. Bukan hanya fisik, namun juga wataknya. Putri sulung itu akan hidup dengan bayang-bayang pria yang menyakitinya seumur hidup. Rumah senyap yang dapat meledak dengan mudah.
***
Hanya membutuhkan sebuah kontak mata untuk membuat ia mendapat segalanya. Kehadiran gadis itu tak pernah membuat siapapun merasa cukup. Mereka selalu menginginkan Dissen lagi dan lagi.
Salah satunya Darius. Pria itu meledak hanya ketika melihat Dissen pertama kali di minimarket. Tak ada hal yang mencolok dari gadis itu selain pesonanya dengan kaos dan celana hitam.
Ketika Darius berusaha mendapatkan gadis itu, tapi Dissen bahkan tak mengizinkan pria itu untuk mengenalnya sedikitpun. Berpegang teguh bahwa ia tak akan mencintai pria.
Darius hanyalah satu dari banyaknya pria yang menggilai Dissen.
Mampukah Darius memenangkan gadis itu? Atau ia akan kalah, sama seperti yang lainnya.
Mampukah Dissen mempertahankan sumpahnya? Atau ia akan kalah, dengan gelimang harta, kestabilan, dan cinta dari Darius.
⚠️Selfharm | Suicidal thoughts | Daddy issues | Anger issues | Harsh words
⚠️Diminta kebijakannya dalam membaca
#3 non-fiction [14/11/2025]