user71490517's Reading List
2 stories
The Night Between Us [ON GOING] by meidible12
meidible12
  • WpView
    Reads 89,456
  • WpVote
    Votes 6,401
  • WpPart
    Parts 26
Reinkarnasi seorang istri jendral terkejam kekaisaran Mediterania. Gabriella, putri bungsu dari seorang duke terkuat di kekaisaran harus dijodohkan dengan jenderal kerajaan yang tak berbelas kasih. Mereka menikah tanpa dasar cinta, hanya kebutuhan politik sebagai pasaknya. Sang jendral yang dulu terang-terangan menolak kehadiran Gabriella dengan sengaja menyakiti perasaan gadis itu berkali-kali agar Gabriella segera menceraikannya. Namun Gabriella enggan melepas pernikahan mereka karna pesan dari mendiang ayahnya yang meninggal satu hari setelah acara pernikahan. Sumpah untuk menjadi istri dan tidak akan bercerai dengan sang jenderal suaminya sudah ia ucap pada saat ayahnya hampir menjemput ajal. Lalu mampukah Gabriella mencairkan hati jendral yang keras dan dingin itu di kehidupannya yang kedua? CERITA FIKSI, TOKOH, LATAR, DAN TEMPAT HANYALAH KARANGAN. BUKAN KARYA TERJEMAHAN. CERITA ASLI KARANGAN MEIDIBLE‼️ ANTI COPAS ‼️
The Grand Duke Who Stole the Sun [TAMAT] by pecintasenjamu
pecintasenjamu
  • WpView
    Reads 18,024
  • WpVote
    Votes 1,501
  • WpPart
    Parts 27
"Benci aku, jika kau mau, tapi kau milikku sekarang." Bisiknya. Seraphina ingin berteriak, ingin menggores wajah dingin itu dengan kuku-kukunya. Tapi tubuhnya lemah, dan para prajurit telah mengikat kedua tangannya. Yang bisa ia lakukan hanyalah menatap dengan kebencian yang membara. Lucien tersenyum melihat itu, senyum puas dari seorang penakluk. Ia tidak membunuh Seraphina, Ia sengaja membawanya hidup-hidup, menyeretnya melintasi jalanan yang penuh mayat rakyatnya sendiri, menempatkannya di pelana kudanya seolah ia hanya sebuah piala perang. Semua yang melihat tahu, Grand Duke Lucien D'Arcelis Vaelthorne tidak hanya menghancurkan sebuah kerajaan. Ia merenggut permata paling berharga dari tanah itu, menjadikannya bukti keangkuhannya. • Beberapa pekan kemudian, Seraphina dibawa ke ibu kota Kekaisaran. Istana besar menjulang, indah tapi mencekam. Setiap langkahnya terasa seperti rantai yang mengekang. Lucien menyeretnya ke hadapan Kaisar. Dengan kepala tertunduk, Seraphina mendengar suara-suara yang samar, para bangsawan membicarakan keindahannya, kebencian mereka terhadap keberaniannya, dan rasa iri karena Lucien membawanya sendiri. Kaisar menatapnya lama, kemudian tertawa kecil. "Putri dari negeri kecil yang keras kepala, cantik sekali." Lucien berlutut di hadapannya, bukan dengan kerendahan hati, melainkan sebagai bentuk permainan politik. "Aku mempersembahkan gadis ini sebagai bukti kemenangan, Yang Mulia." Kaisar tersenyum puas. Namun daripada membunuhnya seperti yang Seraphina harapkan, kaisar justru berkata: "Dia milikmu, Lucien." ucap sang kaisar dengan nada penuh penghinaan. " "Biarlah dia hidup sebagai saksi kekalahan negerinya. Itu akan lebih menyakitkan daripada kematian." Dan sejak hari itu, matahari kerajaan kecil yang telah padam berubah menjadi pelayan paling hina.