Syefana's Reading List
3 stories
kutukan cinta Mbak KUNTI  by user69540117
user69540117
  • WpView
    Reads 3,334,510
  • WpVote
    Votes 352,661
  • WpPart
    Parts 35
GENRE : GENERAL FICTION [Story 7] "Lu tau gak? Kalo lu natap mata Si Kunti, itu artinya lu dalam masalah besar!" "Kenapa?" "Bahaya coy! Itu pertanda tidak baik!" "Hah? " "Lu tau mitos kutukan Si Kunti kan ?" Gila kali ya? Hari gini masih percaya sama mitos picisan gitu? " Kalo lu natap mata dia, lu bakal jadi perjaka tua!" Katanya nih ya katanya, siapapun cowok yang natap mata si kunti alias cewek berambut panjang berpakaian serba putih yang terkenal punya aura suram di kampus, maka dipastikan dia terkena kutukan.
LITTLE MOMMY/TERBIT/ by FreelancerAuthor
FreelancerAuthor
  • WpView
    Reads 5,562,852
  • WpVote
    Votes 9,914
  • WpPart
    Parts 5
TERSISA 5 BAB. VERSI BUKU BISA KALIAN PESAN DI KAROS PUBLISHER. VERSI ONLINE BISA KALIAN BACA DI DREAME. "Kamu mau ngomong apa?" Amren tidak bisa menyelesaikan tugasnya dengan tenang karena gerakan tidak teratur Ley. "Ley... Ley mau hamil." Amren mendadak kaku. Sebelumnya, dia tidak merasa menyentuh Ley. Tiba-tiba saja Ley mengungkapkan keinginan yang... "Kamu... apa?" "Ley mau hamil," ulang perempuan itu. Amren mengambil tangan Ley, mengeratkan genggaman agar perempuan disisinya itu paham kegelisahan yang Amren sedang rasakan. "Kamu tahu risiko dan tanggungannya, kan, Ley? Kamu juga tahu keadaan kita, kan? Kenapa malah minta hal kayak gitu?" Bibir Ley mengerucut, airmatanya merebak deras ketika Amren secara tidak langsung menolak permintaannya. "Huwaaaaaa... huhuhu... Ley mau hamil! Ley mau hamil...!" Jika sudah begini, Amren harus berkata apa? Masalahnya hubungan mereka penuh pertentangan.
Sweet Mom by Prince_Goat07
Prince_Goat07
  • WpView
    Reads 2,658,637
  • WpVote
    Votes 28,729
  • WpPart
    Parts 7
(Complete) Zivana Prissy, atau panggil saja Zizi. Baru saja mendapatkan pekerjaan menjadi sekretaris disebuah perusahaan yang cukup besar, tidak penting sebenarnya seberapa besar perusahaan tempatnya bekerja, yang penting gajinya cukup menghidupi dirinya dan bayi kecilnya. Zizi berusaha tak membuat kesalahan apapun dalam bekerja agar bosnya yang punya dunia sendiri itu tidak kepikiran untuk mengetahui kehidupan pribadinya, apalagi tentang bayinya. "Saya memang belum menikah pak, sumpah!" "Tapi parahnya kamu punya bayi! Kamu saya pecat!" teriak Raka tidak percaya karena merasa dirinya dibohongi. "Saya mau makan apa nanti pak?" "Emang saya pernah ngasih kamu makan? Saya bukan yayasan peduli amal!" -Erlio Raka Mahaprana