hafniairsyad
Aditya Hariz yang teramat cuek itu terlalu sulit diraih, apalagi untuk perempuan sederhana sepertiku ini. Aku hanya segaris tinta dari sekian banyak wanita yang melekat pada roman hidupnya. Dengan keajaiban, aku berharap menjadi segaris tinta yang mencoreng cerita kelam di masa lalu.
Zevana Adra Lirany, si sales tisu. Maaf, Zevana ini teman sekelasku yang selalu siap sedia tisu kapanpun dan dimanapun. Kesan pertama kali jumpa dengannya juga perihal tentang tisu. Aku iri dengan tisu yang selalu ia bawa kemana-mana. Aku ingin menjadi tisu istimewa yang akan mengusap air matanya saat ia menangis sedih maupun bahagia