farida_fa25's Reading List
3 stories
MARRY ME, PLEASE! by Blu_eyes
Blu_eyes
  • WpView
    Reads 11,640,172
  • WpVote
    Votes 404,959
  • WpPart
    Parts 43
[Story Completed] Ini gila,beneran gila. Aku gak tau harus menganggap ini apa? sebuah bencana atau keberuntungan yang Tuhan limpahkan kepadaku? Karena ulah Daddy yang seenaknya saja ingin menjodohkanku yang aku tolak mentah-mentah,hingga aku menyanggupi tantangannya untuk membawa calon suamiku sendiri dalam waktu satu minggu. Dan sekarang aku harus menikah dengan dia. Cakep sih cakep,banget malah...tapi,dia Gay. Ku ulangi,calon suamiku ternyata seorang Gay!!! Oh Tuhan,demi apapun aku gak pernah bayangin kalau pada akhirnya aku akan menikah dengan seorang Gay. ~Nasha Aprilia Jasmine~ ******************* satu lagi cerita abal dari saya. Kalau mau tau ceritanya,langsung baca aja ya. Jangan lupa buat ninggalin jejak :D Happy reading guys ^_^ ( PG - 13 )
neighLOVEbour ✅ [DREAME] by iLaDira69
iLaDira69
  • WpView
    Reads 378,119
  • WpVote
    Votes 9,536
  • WpPart
    Parts 11
Cover by : @dreamilea .: ++ :. Muda, tampan, kaya, perfeksionis, namun dingin. Itulah gambaran yang paling tepat untuk Dylan Pradipta Lafewa. Namun, kadang kala ia juga cerewet seperti ibu-ibu hamil, sehingga sering membuat orang di sekitarnya merasa jengkel. Ia juga tidak tahu berterima kasih pada orang yang sudah menolongnya. - Habis manis sepah di buang - Wajah pas-pasan, muda, polos, lugu, ngangenin, sembarau, pintar menebak. Itulah gambaran yang paling tepat untuk gadis yang bernama Virly Dwi Sari Iskandar. Sifatnya yang terlalu polos, membuat ia sering di manfaatkan banyak orang. Sehingga, tidak jarang jika ia sering menelan kekecewaan dari orang di sekitarnya - Bocah tengik, tidak tau sopan santun -
PERFECT BAD COUPLE (TERBIT)  by DianYustyaningsih
DianYustyaningsih
  • WpView
    Reads 27,405,564
  • WpVote
    Votes 1,666,419
  • WpPart
    Parts 93
Beberapa detik tatapan mereka beradu. Athur menajamkan tatapan saat Milla terus menatap matanya. "Jangan berani tatap gue!" "Kenapa? Mata lo sakit?" Bukan mundur. Milla malah semakin maju. "Jangan lihat mata gue!" tegas Athur memalingkan wajah. "Oo jadi lo itu sakit mata? Atau mata lo ada beleknya ya? Dih jorok." "Diam!" Milla tersenyum menantang. Ia pindah posisi di depan Athur sehingga cewek itu semakin leluasa menatap mata Athur. Milla mempertajam penglihatan. Ia penasaran, memang ada apa di mata Athur. "Mata lo baik-baik aja. Gak merah tuh," ucapnya bak seorang dokter spesialis mata. Athur menunduk menatap mata Milla penuh amarah. "Minggir." Satu kata keluar penuh penekanan. Bukan Milla jika segera mundur saat ada hal yang menyenangkan. Milla malah semakin maju dan menatap mata beriris hitam pekat itu. "Jangan-jangan mata lo katarak ya. Atau malah mata lo punya virus menular jadi orang lain gak boleh lihat mata lo," ucap Milla bernada berlebihan. Sampai-sampai ia membelalakan mata, membuka mulut serta meletakkan kedua tangan di pipi. Emosi yang sejak tadi Athur kendalikan kini sudah di ujung tanduk. Baru kali ini ada orang yang berani menatap matanya. Bahkan sedekat ini. Apalagi baru kali ini kata-kata dingin Athur tidak mempan. Saat semua orang menunduk ketika Athur mengedarkan pandangan. Milla berbeda. Saat semua orang takut untuk berbicara dengan Athur. Milla berbeda. Dan saat semua orang diam ketika Athur berbicara. Milla berbeda. Tatapan Athur lurus pada mata Milla. "Gue akan buat lo nyesel berani tatap mata gue!" tegasnya bernada mengancam.