ceptybrown
Blurb:
"Jangan tanya namaku, jangan lihat wajahku. Cukup bicara padaku tepat saat jam dua pagi."
Ghea mengira hidupnya sudah berakhir saat surat pemecatan dan undangan pernikahan mantannya datang di hari yang sama. Di apartemen barunya yang sempit dan berdebu, ia hanya ingin menghilang. Namun, balkon lantai empat itu mempertemukannya dengan sebuah suara berat dari balik sekat-seorang pria asing yang hanya muncul saat kota tertidur.
Arlan tidak butuh teman, ia hanya butuh pelarian dari insomnia yang menyiksanya. Mereka sepakat untuk berbagi rahasia tanpa identitas. Baginya, Ghea hanyalah suara asing yang menemaninya menghabiskan kopi sachet di sela dinginnya angin malam Jakarta.
Namun, apa yang terjadi jika rahasia yang mereka bagi ternyata adalah luka yang saling berkaitan? Di antara deru kota dan keheningan malam, mereka menyadari satu hal: mereka tidak sedang jatuh cinta, mereka hanya dua orang patah hati yang bertemu di waktu yang salah.
"Kita ini seperti angka 404, Ghea. Ada, tapi dianggap sebagai kesalahan yang tidak ditemukan."