PaylaXjy
- Reads 85,723
- Votes 3,263
- Parts 26
"Buka baju lo." Perintah itu mutlak, dingin, dan tanpa celah.
Raussel tidak gentar. Sebaliknya, sebuah senyum miring tersungging. Dengan gerakan tenang yang menghanyutkan, jemari lentiknya menurunkan tali dress melewati bahu, membiarkan kain itu merosot jatuh. Ia melangkah mendekat, mengunci tatapan lawannya dengan mata sayu yang berbahaya.
"Boleh," bisiknya sensual, nyaris tak terdengar namun penuh penekanan. "Asal lo juga sama."