Rasyzz02
- Reads 3,243
- Votes 505
- Parts 17
Namping adalah beta yang sangat bahagia, hidupnya tenang, nyaris tanpa riak. Ia tidak pernah tersiksa oleh fromone-zat asing yang sering membuat beta lain gelisah ketika berada di sekitar alfa atau omega. Tubuhnya stabil, emosinya terkendali, dan masa depannya tampak lurus seperti garis penggaris.
Sampai demam itu datang.
Demam aneh yang tak kunjung turun, membuat tubuhnya panas dan pikirannya kabur. Dokter menyebutnya kasus langka: perkembangan omega yang terlambat. Sesuatu yang seharusnya muncul sejak remaja, baru bangkit sekarang, dipicu oleh tekanan yang tak ia sadari.
Tekanan itu duduk tepat di sebelahnya setiap hari.
Teman sebangkunya-anak pindahan. Seorang alfa tampan dengan reputasi yang terbentuk secara instan. Senyum yang terlalu mudah disukai, suara yang membuat kelas otomatis hening, dan fromone yang samar namun konsisten, seperti hujan gerimis yang tak terasa tapi perlahan membasahi.
Namping tak pernah membencinya. Bahkan hampir tak pernah memikirkannya. Tapi tubuhnya mengingat dengan caranya sendiri.
Setiap kali alfa itu mencondongkan badan untuk meminjam pulpen, setiap kali aroma hangat itu lewat begitu saja, ada sesuatu di dalam diri Namping yang terbangun-pelan, terlambat.
Saat ia akhirnya terbaring lemah, menggigil dengan identitas yang runtuh, satu hal baru ia sadari dengan pahit.
Ia bukan beta yang kebal.
Ia hanya omega yang terlalu lama tertidur.
Dan alfa itu-dengan semua popularitas dan pesona instannya-adalah alarm yang membangunkannya tanpa izin.