Eriscafebriani
- Reads 1,280
- Votes 181
- Parts 4
Kemiskinan memaksamu membayar dengan waktu dan tenaga, sementara kekayaan memberimu kemewahan untuk memilih."
Bagi Gita, hidup bukan tentang mengejar mimpi, melainkan bertahan agar pintu kontrakan tak digedor dan sepatu adiknya tak lagi jebol. Bangun pukul tiga subuh, berdesakan di KRL, dan menelan debu Jakarta adalah harga mutlak yang harus ia bayar demi menyambung napas keluarganya.
Di lantai 25 Arkananta Group, takdir mempertemukannya dengan Randi, pria yang lahir dengan sendok emas, bertaruh demi membuktikan bahwa ia bukan sekadar benalu berbalut privilese. Ketika posisi Advertising Manager hanya menyediakan satu kursi, perusahaan mengadu keduanya dalam masa percobaan tiga bulan. Bagi Randi, ini adalah panggung pembuktian yang seru. Bagi Gita, ini adalah hukuman gantung yang diperpanjang.
Di tengah tangga karier yang penuh intrik dan kota yang tak pernah berbelas kasihan, akankah peluh sang pejuang kelas bawah mampu menembus tembok privilese? Dan ketika batasan kelas mulai kabur oleh rasa, apa yang harus dikorbankan: harga diri, atau masa depan?