klaudivinee
"Cantika Paulien Aurelia" tidak pernah percaya bahwa hidupnya membutuhkan seseorang untuk mengaturnya.
Di usia dua puluh tahun, ia sudah tahu apa yang ia inginkan. Menjadi dokter, menyelesaikan kuliah di "Asteria University", dan menjalani hidup sesuai dengan pilihannya sendiri.
Cantika adalah perempuan pintar, tegas, keras kepala, dan-sayangnya mudah naik darah.
Satu hal yang paling ia benci adalah ketika seseorang mencoba mengatur hidupnya.
Sampai kemudian, "Gavin Andreas Kingsley" datang.
Gavin adalah mahasiswa bisnis semester lima yang dikenal dingin, cuek, arogan, dan terlalu percaya diri. Sebagai putra seorang politikus sekaligus pewaris keluarga kaya, Gavin terbiasa mendapatkan apa yang ia inginkan.
Termasuk membuat orang lain menurut kepadanya.
Masalahnya, Cantika bukan orang lain.
Perempuan itu justru menjadi satu-satunya orang yang berani membantah setiap perkataannya.
Pertemuan mereka dipenuhi pertengkaran, perdebatan, dan ego yang sama-sama tidak mau kalah.
Sampai sebuah keadaan membuat mereka terpaksa melakukan sesuatu yang tidak pernah mereka bayangkan sebelumnya:
"sebuah kontrak."
Kontrak yang memiliki aturan.
Kontrak yang memiliki batas waktu.
Dan yang paling penting-
"kontrak yang seharusnya tidak melibatkan perasaan."
Mereka sepakat bahwa semua ini hanya sementara.
Tidak boleh ada rasa memiliki.
Tidak boleh ada kecemburuan.
Tidak boleh ada cinta.
Namun bagaimana jika batas antara "pura-pura dan kenyataan" mulai menghilang?
Bagaimana jika tatapan yang awalnya penuh kesal berubah menjadi sesuatu yang sulit dijelaskan?
Bagaimana jika orang yang paling mereka benci justru menjadi orang yang paling mereka takut kehilangan?
Karena pada akhirnya, ada satu hal yang tidak pernah mereka masukkan ke dalam kontrak:
"hati."
"Kita hanya terikat kontrak, Cantika."
"Lalu kenapa kamu marah ketika aku dekat dengan laki-laki lain?"
"Ketika sebuah kontrak dibuat tanpa melibatkan hati, siapa yang akan bertanggung jawab ketika cinta datang tanpa izin?"