gybevarthu
" aku pinjam kekasihmu ya? "
" ha? " aku tercengang mendengarnya.
" iya, kekasihmu. Kau tahu sudah berapa lama aku menginginkannya. Kau tahu pasti. Bisakah kau merelakannya? Relakan dia untukku dan akan kubahagiakan dia. Lebih dari apa yang ia dapatkan. "
" ...."
" aku tahu. Kau selalu percaya bahwa bila berjodoh tidak akan kemana. Dan aku tau kau tidak benar-benar mencintainya. "
Slogan itu. Dulu Bianca mempercayainya. Bahkan hingga detik ini. Tapi entah kenapa saat ini ia merasa bahwa itu dapat membunuhnya seketika saat seseorang meminta sesuatu yang entah, baru saja berharga baginya.
Apa Bianca akan melepas kekasihnya?
Akankah ia sanggup melihat segalanya?
Atau akankah hatinya tetap membatu? Siapa ya tahu pasti?!