wasripah_98's Daftar bacaan
2 stories
Anum by ondaisyhill
ondaisyhill
  • WpView
    Reads 124,514
  • WpVote
    Votes 8,269
  • WpPart
    Parts 58
[29:2] Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan : "Kami telah beriman", sedang mereka tidak diuji lagi? -- Setiap insan diberikan rasa untuk saling mencintai antara lawan jenis dan rasa kasih sayang untuk sesama. Namun ada banyak orang yang salah mengartikan apa itu mencintai. Mereka dengan mudah melontarkan kata cinta tanpa tau makna sesungguhnya. Dimata seorang Anum mencintai yang utama adalah cinta untuk Allah dan rasulnya, perihal cinta manusia itu tergantung pada Allah kepada siapa hatinya akan dipersatukan. Namun keimanannya terhadap Allah dan rasul membuat Kehidupan Anum tak semudah seperti orang pada umumnya. Dalam semalam saja orang tua yang sangat di cintai harus kembali ke pangkuan sang ilahi. Kakak kandungnya juga berbeda dengan Kakak pada umumnya, yang selalu menyayangi dan melindung adiknya. Ia selalu diperlakukan buruh oleh Kakaknya. Hingga ada dua lelaki yang menyimpan cinta untuk Anum. Anum sendiri tidak bisa menerima cinta itu karena adanya perbedaan dan juga.. ia belum berani membuka hatinya untuk makhluknya. Ia takut Allah cemburu dengannya. "Tak pantas bagiku mencintai makhluknya di saat cintaku pada-Nya belum sempurna" -Anum- . "Yakinlah, hati yang hanya berharap pada Allah. Pasti akan memiliki akhir yang indah" -- ©29 Shafar 1440H (7 November 2018) semoga bermanfaat. Bila ada keselahan silahkan di koreksi. Terimakasih
Dewa Hujan Di atas Telaga (Sudah Terbit) by naya_zayyin
naya_zayyin
  • WpView
    Reads 111,857
  • WpVote
    Votes 12,346
  • WpPart
    Parts 44
Namaku Raina Putri Bening. Raina karena Bunda suka hujan, Putri karena aku perempuan, dan Bening agar hatiku bening atau jernih seperti air. Jadilah aku seorang gadis pecinta hujan yang memiliki hati bening. Lelaki itu Dewa Faishal Abdillah. Dia putra ketiga Abah Yai, pengasuh pesantren tempatku menuntut ilmu. Namanya tersimpan di hatiku, dan namaku tersimpan di hatinya. Sayang, saling menyimpan nama saja tak cukup, kami butuh dukungan semesta. Sayangnya lagi, kebaikan semesta sedang tak memihak pada kami. Dan, lelaki yang selalu menenangkanku itu bernama Telaga. Dia kupanggil Kak Aga. Kami telah saling mengisi sejak rambutku masih berkepang dua, dan kupamerkan ke mana-mana. Dia memang menenangkan, seperti namanya. Bersamanya, aku percaya bahwa tak ada perkara di semesta ini yang tak dapat diselesaikan. Petuah-petuah bijaknya selalu kujadikan acuan kehidupan. Kak Aga adalah abang terhebatku. Sayang, aku lupa paham bawa segala sesuatu yang di bumi memiliki batasan. Dan, ini adalah kisah tentang Dewa Hujan yang menetap di atas telaga. Ia membawa hujan, mencampurkan rintik pada tenangnya telaga yang tanpa riak, lantas pergi untuk melanjutkan tugasnya yang lain. Ia membiarkan hujan dan telaga berteman tanpa gangguan. Ini, kisahku. (Versi cetaknya masih bisa dipesan)