We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
My library
2 stories
Potret Menembus Awan  by Jenniferiyani
Jenniferiyani
  • WpView
    Reads 170,800
  • WpVote
    Votes 15,600
  • WpPart
    Parts 31
[COMPELETED ] #56 dalam fanfaction 03/12/17 Namanya Ali, menurut kakaknya anak liar, berandal yang tak lulus-lulus dari sekolah penerbangan. Dia si lelaki ketus, dingin, tak peduli dengan sekitar. Pertemuan kami terjadi di lift, dan dia ganti baju di lift begitu saja tanpa melihat ku. Yang aku rasakan saat itu marah dan tidak menghargai perempuan. Dari kejadian itu aku mengambil kesimpulan, jika Ali adalah lelaki yang memang benar-benar liar dan tak tahu aturan. Namun hari demi hari berlalu,Aku bertemu dengannya saat mobil mogok membuat kami semakin dekat. perlahan aku mengenalnya dan ternyata dia sudah menjadi seorang pilot tanpa diketahui oleh kakaknya. Rahasia demi rahasia mulai terbongkar, Kalau mau tahu ikuti saja kisahku.kalau mau? Kalau tidak aku tidak peduli, karena ini kisahku yang ingin aku ceritakan untuk orang yang mau tahu. Kalau tidak mau, terserah.
MELIORA ( BACA DI DREAME ) by Ififah75
Ififah75
  • WpView
    Reads 738,204
  • WpVote
    Votes 7,675
  • WpPart
    Parts 7
~ Karya Ke - 2 ~ KALIAN BISA BACA FULL VERSIONNYA DI 'DREAME' Sequel dari cerita Damian Devina di cerita No Pregnant With You -+-+-+-+- Meliora... Nama gadis yang begitu malang... Ia anak perempuan satu-satunya dari lima bersaudara. Dirinya hampir saja diperkosa beramai-ramai oleh ketiga kakaknya. Namun takdir berkata lain, dirinya dapat melepaskan diri. Tapi dirinya tak pernah lepas dari kesialan. Dirinya malah masuk dalam dekapan pria dingin yang terkadang memiliki sifat Psikopat. Ia tak dapat berkutik walaupun hanya mengedipkan mata di hadapan dia... Dia yang membuat semuanya berubah... *-*-* Sebuah tarikan dirambut Liora membuat perempuan itu merintih kesakitan. Ini bukan pertama kalinya pria itu memperlakukan dirinya kasar. Tapi dirinya belum terbiasa dengan sikap kasar pria tampan yang saat ini tengah menarik rambutnya. Namun jika dirinya mengelak rasa sakit itu akan semakin menyakitkan. "Dengar!!! Aku yang mengatur. Kau akan hamil atau tidak! Jika kau hamil, kau hanya harus menerimanya!!!" bentak pria itu di depan Liora. Air mata terus saja mengalir jika mendengar bentakan pria di depannya. Memang bukan sekali ini saja, namun dirinya hanya perempuan biasa yang takut akan kekerasan. "Dengar, Liora. Kau termasuk wanita yang beruntung masih aku biarkan hidup. Apalagi dengan sikap pembangkangmu! Aku tidak menyukai perempuan pembangkang" "Jadi dengarkan baik-baik, Meliora! Jangan pernah mengonsumsi pil sialan itu. Jika kau hamil itu karena aku mau! Kau tidak akan bisa mencegahnya. Mengerti!!!" teriak pria itu dan mendorong tubuh Liora ke lantai.