yourstory123_'s Reading List
6 stories
My Ice Boy [Completed] by pitsansi
pitsansi
  • WpView
    Reads 24,795,355
  • WpVote
    Votes 1,939,915
  • WpPart
    Parts 54
[SUDAH TERBIT - sebagian part sudah dihapus] #1 in Teen Fiction [11-02-18] "Karena beku adalah cara gue bertahan" _________ "Kalo si Kutub Es itu natap lo lebih dari lima detik, cuma ada dua kemungkinan. Yang pertama, dia marah besar sama lo. Dan yang kedua, dia jatuh cinta sama lo." __________ Warning: cerita ini bukan cerita biasa. Banyak teka teki yang asyik buat dipecahin sama-sama. Udah siap main teka teki bareng? Start: 10/09/17 End: 19/03/18
Two Sided by 27retro
27retro
  • WpView
    Reads 237,156
  • WpVote
    Votes 21,191
  • WpPart
    Parts 48
Ketika aku harus memilih bahagia atau tersakiti, aku tidak bisa memilih keduanya. Kenapa? Karena tanpa keduanya aku dapat kehilangan semuanya. Entah aku yang terlalu egois, atau itu memang kenyataannya. Dia selalu ada disaat aku ingin merasa bahagia. Tetapi, aku tidak ingin menaruh kesedihan ku di pundaknya. Berbeda dengan dia. Aku selalu menaruh kepala ku dipundaknya. Tetapi, aku tidak bisa memilihnya sebagai tempat aku bahagia. Mereka hanya melihat sisi sebelah ku. Ya, itu yang ku tahu. -Dara. [Check out the trailer] Copyright © 2015 by Bia
ROSES by auliazahraz
auliazahraz
  • WpView
    Reads 979,146
  • WpVote
    Votes 45,887
  • WpPart
    Parts 40
Namanya Rose Courtney, yap! nama bule selalu terkenal ribet dan melilit lidah orang indonesia, tapi sifat Rose tidak seribet namanya. Orangnya simple, tidak banyak bicara, many lot's of secret, beauty like her name, beauty like a rose flowers, dan susah di tebak. Alvaro Gavin, artis berumur 17 tahun yang sedang naik daun, di gandrungi banyak wanita, tampan, punya suara bagus, jago acting, dan wajahnya sering ada di cover majalah fashion ternama di Jakarta. Gavin yang terkenal dapat meluluhkan hati banyak artis remaja, bahkan teman-teman SMA nya sendiri juga luluh dengan mudah dihadapan Gavin. tapi, Rose. Rose yang membuat Gavin jadi sering uring-uringan, aneh, dan merasa tidak percaya diri. di balik sifat kalem Rose? apakah yang mengganggu Gavin?
Goodbye, Memory! [SEKUEL HELLO, MEMORY!] by inesiapratiwi
inesiapratiwi
  • WpView
    Reads 479,815
  • WpVote
    Votes 6,141
  • WpPart
    Parts 21
Ketika kisah mereka telah menjadi masa lalu bagi orang lain, tapi baginya hanya seperti kemarin. Banyak hal berubah, tapi ia masih tetap di perasaan yang sama. Kedatangannya kembali ingin mengulang kisah yang dulu ia tinggalkan. Mengejar lagi seseorang yang dulu ia minta lupakan. 10 tahun berlalu... Dewa berharap masih ada kesempatan lagi untuknya bisa berjuang mendapatkan cinta Maura lagi. *** Copyright@2022 by Inesia Pratiwi.
My Cold Bad Boy by strawbingbing
strawbingbing
  • WpView
    Reads 518,110
  • WpVote
    Votes 25,599
  • WpPart
    Parts 39
[SEBAGIAN PART DI HAPUS] Amazing cover by: suputri21 . . Bari Delano Bradly, cowok urakan yang paling menyebalkan yang pernah Queen temui. Ia juga yang telah mengajari Queen semua tentang kasih sayang dan cinta, mengajari tentang kejamnya dunia luar yang tidak pernah Queen ketahui. Hingga akhirnya Queen mengetahui semua tentang Bari, yang membuat dirinya tak bisa berpaling. Higest rank: #18 in teenfiction 04-10-2017.
Hello, Memory!   [COMPLETED] by inesiapratiwi
inesiapratiwi
  • WpView
    Reads 2,665,154
  • WpVote
    Votes 151,202
  • WpPart
    Parts 39
[DITERBITKAN] Ketika segalanya telah berlalu, kebersamaan menjadi terasa berarti. Cinta yang belum sempat diucapkan, hanya tertelan bersama memori. Keterlambatan menyadari perasaan, kini jadi penyesalan. Dihadapkan dengan beberapa pilihan membuat Maura akhirnya bimbang. Ada cowok culun yang menarik simpatinya, ada guru tampan yang mencoba mendekatinya, dan ada sahabat yang terang-terangan mencintainya. Hingga kemudian tanpa sadar Maura telah melepaskan yang paling berarti baginya. Cita-cita dan mimpinya pun ikut musnah satu-persatu. Lalu ketika ingin menggapai cita-cita dan mengejar cintanya kembali, kesempatan itu sudah tak tersisa lagi. *** Copyright@2016 by Inesia Pratiwi Hello, Memory!