BaiqKuruel
Ku akui, cukup jeli mata gadis itu.
Seberapa jelas ia melihat hingga ke sini. lantai tiga sebuah bangunan sekolah? pria yang baru sekali di temuinya, tapi dengan yakin menyapa.
Aku hanya tersenyum. sekali lagi.
meski ku tahu dia tak melihat ekpresi itu dari bawah sana.
"hey, kaka kelas!" jeritnya lagi.
Makin lama ia memanggilku seperti itu,
ku rasa gadis ini memang tidak tahu malu.
"kau kelas 2 ips"? tanyanya.
Aku hanya menganggunk.
Lelah rasanya, jika harus mengimbangi jerit suara itu.
siapa sangka, itu suatu tahap dimana aku juga menjadi ingin tau lebih jauh siapa gadis itu, dan teriakan yang nada bisingnya masih bisa ku ingat jelas setelah kepergiannya 4 tahun lalu.
"kita ada di bangunan yang sama,
tapi tak mengenal satu sama lain" ujarnya lagi.